GARUDA danai bina lingkungan Rp500 juta

 
Yoseph Pencawan - nonaktif | 19 April 2012 19:41 WIB

 

GORONTALO: PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memberikan bantuan kemitraan bina lingkungan sekitar Rp500 juta kepada masyarakat di desa Pilolalenga kecamatan Bongomeme Gorontalo.
 
Bantuan kemitraan dalam rangka program corporate social responsibility (CSR) itu terdiri dari pendirian laboratorium komputer untuk SMK I Bongomeme, pemberian masing-masing satu unit komputer dan 500 buku daur ulang untuk 25 sekolah dasar (SD) di desa mitra binaan, pengobatan gratis, serta bantuan pertanian.
 
Khusus bantuan pertanian, BUMN penerbangan ini menggandeng PT Syang Hyang Sari (Persero) yang memberikan bantuan benih jagung pada masyarakat setempat. 
 
Bantuan pertanian tersebut juga merupakan bagian dari implementasi program gerakan peningkatan produksi pangan berbasis korporasi (GP3K) yang dicanangkan pemerintah pusat melalui sinergi BUMN.
 
Dalam program GP3K ini, Garuda menggelontorkan dana sebesar Rp10 miliar yang dialokasikan ke empat provinsi di Indonesia yakni NTB, Jawa Timur, Sulawesi Barat, dan Gorontalo.
 
Bantuan tersebut diberikan kepada sebanyak 3.025 petani dengan area tanam 4.221 hektar.
 
Seiring dengan program kemitraan yang baru dilaksanakan awal tahun ini tersebut, nama Garuda dipilih oleh masyarakat setempat sebagai nama desa baru hasil pemekaran dari desa Pilolenga.
 
Direktur SDM dan Umum Garuda Indonesia Heriyanto Agung Putra mengatakan bantuan yang telah diberikan selama ini masih belum maksimal dan akan terus ditingkatkan ke depannya.
 
"Dukungan Garuda Insyaallah 100%, acara hari ini tidak selesai begitu saja tapi akan ada lanjutannya," katanya saat memberikan sambutan dalam acara panen jagung di Bongomeme Gorontalo, hari ini 19 April 2012.
 
Dia berharap bantuan yang telah disampaikan tersebut dapat bermanfaat meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
 
Diikuti BUMN lain
 
Deputi Menteri BUMN Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Pandu Djajanto yang hadir dalam acara tersebut berharap apa yang dilakukan Garuda tersebut bisa diikuti oleh BUMN lainnya.
 
"BUMN harus lebih berperan aktif mencari apa-apa yang bisa ditumbuh kembangkan sesuai potensi daerah karena sesuai perintah presiden, BUMN harus jadi motor penggerak pembangunan," katanya.
 
Dengan dipakainya nama Garuda menjadi salah satu nama desa di Bongomeme, menurutnya, Garuda harus lebih optimal lagi dalam memberikan bantuan bina lingkungannya. "Optimalkan lagi mungkin dengan memberikan puskesmas selain sarana prsarana pendidikan," ujarnya.
 
Dalam kesempatan sama, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menekankan khusus bantuan pertanian agar diberikan berdasarkan ketepatan waktu, volume, dan memperhitungkan jumlah petani dan lahan.
 
"Agar bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran sehingga tujuan peningkatan produksi jagung bisa tercapai," katanya.
 
Lalu pascapanen, lanjutnya, pemerintah provinsi telah menetapkan harga jual patokan sebesar Rp1.800 per kg untuk jagung dengan kadar air maksimum 17%.  
 
"Biasanya harga jual jagung turun pada musim panen sehingga membuat petani rugi makanya kami tetapkan harga jual sebagai patokan," ujarnya.
 
Rusli menambahkan pihaknya juga akan menggerakkan BUMD di wilayah Gorontalo untuk ikut berperan aktif dalam program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat.
 
"Kalau BUMN sudah bantu, BUMD juga harus ikut apalagi tujuan awal pendirian BUMD di Gorontalo adalah untuk menjadi penyangga pembangunan," jelasnya.
 
Dalam kesempatan itu, Rusli juga mengumumkan pemberian bantuan subsidi pendidikan gratis dari Pemprov Gorontalo senilai Rp54 miliar untuk sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Gorontalo. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top