KINERJA EMITEN: Kuartal I, Pendapatan Astra Agro Lestari turun 6,5%

JAKARTA: Emiten sawit Grup Astra, PT Astra Agro Lestari Tbk membukukan penurunan pendapatan pada kuartal pertama tahun ini sebesar 6,5% menjadi Rp2,58 triliun dari Rp2,76 triliun pada periode yang sama tahun lalu.Tren penurunan tersebut mulai terjadi
Yoseph Pencawan - nonaktif | 12 April 2012 13:46 WIB

JAKARTA: Emiten sawit Grup Astra, PT Astra Agro Lestari Tbk membukukan penurunan pendapatan pada kuartal pertama tahun ini sebesar 6,5% menjadi Rp2,58 triliun dari Rp2,76 triliun pada periode yang sama tahun lalu.Tren penurunan tersebut mulai terjadi sejak Februari akibat adanya penurunan harga jual untuk semua jenis produk perseroan mulai dari crude palm oil (CPO), inti sawit (kernel), palm kernel oil (PKO), dan palm kernel expeller (PKE).Berdasarkan bahan paparan publik perseroan yang disampaikan kepada otoritas bursa, Rabu malam 11 April 2012, disebutkan penurunan pendapatan sepanjang kuartal I/2012 itu disebabkan oleh penurunan pendapatan dari produk inti sawit (kernel) dan turunannya.Pada periode tersebut, kontribusi kernel dan turunannya terhadap total pendapatan AALI turun menjadi 10,4% atau Rp268,32 miliar dari 14,9% atau Rp411,24 miliar pada periode yang sama 2011.Di sisi lain, kontribusi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) membukukan kenaikan meski secara nominal masih di bawah pencapaian pada kuartal I/2011.Kontribusi CPO terhadap total pendapatan perseroan pada kuartal I/2012 mencapai 89,3% atau Rp2,3 triliun dari 85,1% atau Rp2,35 triliun pada periode yang sama 2011.Kendati demikian, perseroan yang dipimpin oleh Widya Wiryawan itu mencetak kenaikan volume penjualan CPO pada kuartal I/2012 sebesar 5,2% menjadi 299.100 ton dari 284.200 ton pada periode yang sama 2011.Per 31 Maret 2012, perseroan memiliki areal tertanam 266.900 hektar dengan komposisi 22,5% plasma dan 77,5% inti. Dari jumlah tersebut sebanyak 88,8% telah menghasilkan dan sisanya 11,2% belum menghasilkan.Dari total tanaman menghasilkan yakni 237.038 hektar itu tersebar di tiga lokasi yakni Sulawesi dengan komposisi 18,5%, Kalimantan sebesar 39,6%, dan Sumatra 41,9%.Pada periode yang sama, total produksi untuk CPO telah mencapai 289.391 ton sementara produksi tandan buah segar (TBS) mencapai 1,09 juta ton.Sepanjang tahun lalu, perseroan membukukan kenaikan pendapatan sebesar 21,81% menjadi Rp10,77 triliun dari pendapatan pada 2010 yaitu Rp8,84 triliun.Kenaikan pendapatan itu terefleksi dari laba atribusi entitas induk sebesar Rp2,49 triliun pada 2011, naik 18,77% dari Rp2,1 triliun pada 2010. (faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top