ANALISIS OBLIGASI: The Fed Factor tekan pasar

JAKARTA: Sejumlah sentimen negatif global yang salah satunya adalah The Fed Factor--sentimen negatif dari Federal Reserve--diperkirakan akan menekan pergerakan pasar utang Indonesia hari ini.Analis Obligasi PT Mega Capital Indonesia Ariawan mengatakan
Yoseph Pencawan - nonaktif | 05 April 2012 11:04 WIB

JAKARTA: Sejumlah sentimen negatif global yang salah satunya adalah The Fed Factor--sentimen negatif dari Federal Reserve--diperkirakan akan menekan pergerakan pasar utang Indonesia hari ini.Analis Obligasi PT Mega Capital Indonesia Ariawan mengatakan sentimen dari pasar global diperkirakan akan menjadi fokus pelaku pasar hari ini di tengah minimnya sentimen dari dalam negeri."Sentimen itu muncul di tengah potensi investor yang cenderung mengamankan posisinya menjelang libur bursa esok hari," katanya dalam riset, pagi ini 5 April 2012.Dia menjelaskan data kekhawatiran pelaku pasar global terhadap kondisi Eropa kembali meningkat setelah adanya lelang surat utang Pemerintah Spanyol dengan permintaan yang terbatas."Pemerintah Spanyol hanya berhasil melelang surat utang sebesar 2,6 miliar Euro dari targetnya yang sebesar 3,5 miliar Euro kemarin," jelasnya.Yield obligasi Pemerintah Spanyol bertenor 10 tahun juga tercatat naik ke level 5,67% dari hari sebelumnya yang sebesar 5,43%.Selain dari Eropa, sambung Ariawan, sentimen dari AS mengenai kemungkinan tidak akan dilakukannya Quantitative Easing 3 (QE3) oleh The Federal Reserve juga masih menjadi sentimen yang mempengaruhi pergerakan pasar global."Adanya sentimen-sentimen ini direspon negatif oleh para pelaku pasar global sehingga investor beralih pada aset-aset yang lebih aman yang tercermin dari pelemahan bursa saham global semalam, kenaikan angka VIX index,serta penguatan pasar US Treasury dan Jerman Bunds," tuturnya.Pada perdagangan kemarin, pasar SUN bergerak mixed dalam rentang yang terbatas. Pasar sempat melemah terbatas pada awal perdagangan, sebelum kembali naik dan ditutup di level yang tidak banyak berubah dari penutupan hari sebelumnya."Yield SUN bertenor pendek dan menengah rata-rata turun 3 basis poin dan 2 basis poin, sementara yield tenor panjang rata-rata naik sebesar 1 basis poin," jelas Ariawan.Adapun yield SUN acuan bertenor 10 tahun masih berada di level 5,90% pada penutupan perdagangan kemarin."Seri FR0060 menjadi SUN dengan transaksi teraktif di pasar sekunder dengan total volume perdagangan mencapai Rp990,0 miliar," ujarnya.Sementara itu, pada perdagangan obligasi korporasi, SANF02C menjadi obligasi yang paling banyak ditransaksikan di pasar sekunder dengan total volume perdagangan mencapai Rp147,5 miliar.Pasar obligasi Pemerintah Indonesia berdenominasi dollar juga bergerak mixed pada perdagangan kemarin di mana obligasi bertenor pendek dan panjang  menguat terbatas sementara obligasi bertenor menengah mengalami pelemahan."Yield Indo-16 dan Indo-37 masing-masing turun 3 basis poin dan 1 basis poin ke level 2,62% dan 4,97%, sementara yield Indo-21 naik 3 basis poin ke level 3,77%," pungkasnya. (bsi)

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top