LAPORAN KEUANGAN 2011: Laba bersih Martina Berto tumbuh 16%

JAKARTA: Produsen kosmetik PT Martina Berto Tbk membukukan laba bersih sepanjang 2011 sebesar Rp42,66 miliar, naik 16,05% dari Rp36,76 miliar pada 2010.Direktur Utama MBTO Bryan David Emil mengatakan pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh meningkatnya
Yoseph Pencawan - nonaktif
Yoseph Pencawan - nonaktif - Bisnis.com 05 April 2012  |  10:13 WIB

JAKARTA: Produsen kosmetik PT Martina Berto Tbk membukukan laba bersih sepanjang 2011 sebesar Rp42,66 miliar, naik 16,05% dari Rp36,76 miliar pada 2010.Direktur Utama MBTO Bryan David Emil mengatakan pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh meningkatnya penjualan pada tahun lalu sebesar 14,51% menjadi Rp648,37 miliar dari Rp566,18 miliar pada 2010."Kontribusi terbesar penjualan diperoleh dari penjualan kosmetika senilai Rp605,12 miliar, jamu sebesar Rp12,92 miliar dan lainnya sebesar Rp30,32 miliar," katanya dalam rilis, tadi malam 4 April 2012.Dia menerangkan pada tahun lalu perseroan telah menandatangani MoU bersama Garuda Indonesia yang mempercayakan pelatihan dan grooming para frontliners kepada salah satu brand terbesarnya, yaitu Sariayu Martha Tilaar.Awal Oktober tahun lalu, lanjutnya, emiten berkode MBTO itu melalui brand kosmetik Caring Colours meraih dua penghargaan sekaligus yakni ICSA (Indonesia Customer Satisfaction Award) 2011 yang merupakan kerjasama antara Frontier Consulting Group & Majalah Swa dan Social Media Award 2011 hasil penyelenggaraan Frontier Consulting Group dan majalah Marketing.Lebih lanjut Bryan mengatakan pada tahun in perseroan membidik penjualan mencapai Rp750 miliar atau tumbuh 16% dibanding dengan pencapaian tahun lalu."Target ini akan ditopang beberapa produk baru yang akan diluncurkan dan juga adanya program tren warna 2012 bertemakan Nusa Tenggara," katanya.Untuk meningkatkan kinerjanya, pada 2012 ini perseroan juga menganggarkan belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp40 miliar.Dana yang berasal dari kas internal ini akan digunakan perseroan untuk pembangunan pabrik baru dan pengembangan produk lainnya. (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top