EKSPANSI USAHA: CIMB Securities rambah Sumatra Barat

PADANG: CIMB Securities mulai membidik investor di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) dan siap bersaing dengan Credit Swiss yang juga segera membuka cabang di Padang.Franky Naibaho, Associate Vice President Marketing & Business Development PT CIMB Securities
News Editor | 02 April 2012 14:30 WIB

PADANG: CIMB Securities mulai membidik investor di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) dan siap bersaing dengan Credit Swiss yang juga segera membuka cabang di Padang.Franky Naibaho, Associate Vice President Marketing & Business Development PT CIMB Securities Indonesia mengatakan keinginan melakukan ekspansi di Sumbar, dikarenakan potensi pasar bursa cukup bagus dan menantang."Kita jadwalkan cabang di Kota Padang pada Mei tahun ini,” kata Franky kepada Bisnis baru-baru ini di Padang.Keberadaan di Padang, ucapnya, merupakan langkah awal dari 5 lokasi rencana ekspansi PT CIMB Securities Indonesia pada 2012, antara lain di Padang, Denpasar, Pontianak, Balikpapan, dan Makassar.“Hanya saja, untuk yang lain dijadwalkan beroperasi pada Juni tahun ini,” katanya.Menyoal kantor cabang, ucapnya, di tahap awal (6 bulan pertama) akan berkantor di Bursa Efek lndonesia cabang Sumbar Jalan Pondok Padang. "Selanjutnya, berkemungkinan akan pindah (bergabung) ke kantor Bank CIMB Niaga di jalan Sudirman Padang,” katanya.Reza Sadat Shahmeini, Marketing Division Bursa Efek lndonesia cabang Sumbar menambahkan kehadiran PT CIMB Sekurities Indonesia di Padang akan menambah jumlah perusahaan sekuritas menjadi 7 buah, yakni, BNI Securities, Panin Securities, Sinarmas Securities, Valbury, Asjaya Indosurya, E-Trading, dan CIMB Securities.“Ini jelas sangat membanggakan, karena dengan bertambahnya perusahaan sekurities tadi menandakan kalau pasar bursa di Padang Sumbar dinilai cukup potensial,” kata Reza.Saat ini, tambahnya, per 29 Februari lalu jumlah investor terdaftar berinvestasi di bursa saham Sumbar berjumlah 1.702. Angka tersebut didominasi investor dari Kota Padang sebanyak 1.200 (tahun lalu hanya sebanyak 830 investor).“Kendati berlatar belakang beragam (pengusaha, karyawan swasta, mahasiswa hingga pegawai negeri), nilai transaksi per bulan mencapai Rp100 miliar,” kata Reza. (faa)

Sumber : Tusrisep M. Noer

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top