Sierad akan jaminkan aset Rp600 miliar

JAKARTA: Produsen pakan ternak PT Sierad Produce Tbk berencana menjaminkan aset senilai Rp600 miliar untuk mencari tambahan pinjaman dalam rangka ekspansi perseroan.Sekretaris Perusahaan Sierad Produce Elies Lestari Setiawan mengatakan rencana penjaminan
Teguh Purwanto
Teguh Purwanto - Bisnis.com 09 Desember 2011  |  15:13 WIB

JAKARTA: Produsen pakan ternak PT Sierad Produce Tbk berencana menjaminkan aset senilai Rp600 miliar untuk mencari tambahan pinjaman dalam rangka ekspansi perseroan.Sekretaris Perusahaan Sierad Produce Elies Lestari Setiawan mengatakan rencana penjaminan aset itu harus melalui persetujuan pemegang saham. Adapun aset yang dijaminkan senilai Rp600 miliar itu a.l berupa lahan dan bangunan.Perseroan sebenarnya telah menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk membahas hal tesebut, tetapi karena rapat tidak kuorum, maka RUPSLB akan kembali digelar pada 21 Desember 2011.“RUPSLB hari ini [kemarin] belum kuorum, harusnya ¾ [75%] tetapi yang datang baru 52,77%. Jadi persetujuan penjaminan aset ini baru akan kami ajukan lagi pada RUPSLB 21 Desember,” ujarnya hari ini.Elies mengatakan perseroan masih belum menentukan berapa besaran pinjaman yang akan diberikan. Dia hanya memperkirakan kebutuhan perseroan untuk ekspansi pada tahun depan cukup besar, sehingga ketika perseroan harus mengajukan pinjaman maka sudah ada sejumlah aset yang dijaminkan. Dia pun enggan memberitahukan soal rencana ekspansi itu.“Pinjaman tentu akan terus kami cari, karena kami kan terus melakukan ekspansi. Kebutuhan tahun depan pasti ada kenaikan. Jumlahnya belum bisa bilang karena masih dikaji. Penjaminan ini diperlukan agar tidak ada hambatan saat proses pinjaman nantinya,” jelasnya.Pada saat ini, lanjut dia, perseroan masih memiliki fasilitas pinjaman yang dapat diambil sewaktu-waktu (stand by loan), dengan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) berada pada kisaran satu kali.“Kami saat ini juga masih ada plafon pinjaman di bank, saya lupa persisnya berapa. Kalau dilihat, DER kami hampir sekitar 1 kali lah. DER yang tinggi itukan kalau sudah 2,5 kali. Jadi kami masih bisa menambah plafon pinjaman,” paparnya. (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top