Harga emas turun Rp12.000/gram

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 06 Desember 2011  |  09:13 WIB

 

JAKARTA: Perdagangan emas eceran di Tanah Air hari ini (Selasa 6 Desember 2011) ditandai dengan penurunan harga yang cukup tajam. PT Aneka Tambang (Antam) mematok harga jual emas batangan Rp554.000 atau turun Rp12.000/gram dibandingkan dengan patokan harga jual kemarin.

 

Daftar harga emas yang dirilis Antam Selasa, 6 Desember 2011, pukul 8:15 menyebutkan harga emas untuk ukuran paling rendah (1 gram) ditetapkan Rp554.000. Harga tersebut turun Rp12.000 jika dibandingkan dengan harga jual Senin (5 Desember) yang dipatok Rp566.000/gram.

 

BUMN tambang itu menerapkan pola harga emas regresif dengan mematok harga lebih rendah untuk pembelian emas batangan dengan satuan ukuran yang lebih tinggi.

 

Antam menjual 12 varian emas batangan dengan rincian harga hari ini sebagai berikut: 1 gram (harga Rp554.000 /gram),2 gram (Rp533.000 /gram), 2,5 gram (Rp528.800 /gram), 3 gram (Rp526.000 /gram), 4 gram (Rp522.500 /gram), 5 gram (Rp522.500 /gram),10 gram (Rp518.500 /gram), 25 gram (Rp515.480 / gram), 50 gram (Rp513.940 /gram), 100 gram (Rp513.240 /gram), 250 gram (Rp512.320 /gram), 1.000 gram (Rp512.000 /gram).

 

Harga emas di pasar global juga mengalami penurunan. Indeks Gold100 Bloomberg pada pukul 8:24 mencatat harga emas berada di level US$ 1.726,3 per troy ounce (US$55,5/gram) atau turun US$8,2 per troy ounce (23,4 sen dolar/gram).

 

Sementara itu, Indeks Gold-qoute.net mencatat laju penurunan harga yang lebih tajam. Pada pukul 8:33 WIB, Indeks Gold-qoute.net mencatat harga emas di level US$1.722,63 per troy ounce (US$55,38/gram) atau turun US$31,37 (US$1/gram).

 

Ini merupakan fenomena yang perlu dicermati, karena penurunan harga emas justru terjadi di tengah melemahnya bursa di Asia. Pada pukul 9:33 waktu Tokyo (7:33 WIB), Indeks saham MSCI Asia Pasifik berada di level 118,01 atau turun 0,2%.

 

Bursa saham Australia juga mengalami pelemahan, ketika Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,2%. Indeks Kospi Korea Selatan juga terimbas rumor peringkat utang S&P dan melemah 0,2% dan Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,4%.

 

Penurunan harga emas rupanya lebih banyak dipicu oleh penguatan mata uang yen terhadap sejumlah mata uang Asia dan dolar AS. Pada pukul 09:14 WIB, Bloomberg mencatat yen menguat 0,0697% terhadap dolar AS dan 0,3% terhadap euro.

 

Yen menguat setelah Standard & Poor's (S&P) mengacam menurunkan peringkat utang Jerman, Prancis, dan 13 negara zoan euro lainnya. Dengan kata lain, mata uang euro melemah sehingga investor lebih tertarik dengan mata uang alternatif, yaitu yen. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Sutarno

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top