Fastfood Indonesia incar pendapatan Rp3,78 triliun

JAKARTA: PT Fastfood Indonesia Tbk, pemegang hak waralaba restoran KFC, menargetkan pendapatan pada 2012 mencapai Rp3,78 triliun atau tumbuh sekitar 15% dari target pendapatan tahun ini Rp3,34 triliun.Direktur Fast Food Justinus D. Juwono mengungkapkan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 05 Desember 2011  |  17:11 WIB

JAKARTA: PT Fastfood Indonesia Tbk, pemegang hak waralaba restoran KFC, menargetkan pendapatan pada 2012 mencapai Rp3,78 triliun atau tumbuh sekitar 15% dari target pendapatan tahun ini Rp3,34 triliun.Direktur Fast Food Justinus D. Juwono mengungkapkan untuk mendukung pencapaian target pendapatan tersebut, perseroan akan membuka sekitar 20 gerai baru pada 2012 dengan total nilai investasi mencapai Rp140 miliar.“Untuk pembukaan satu gerai baru, diperkirakan nilai investasinya sekitar Rp7 miliar,” ujarnya usai paparan publik di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini.Pada tahun ini, Juwono mengungkapkan perseroan berencana untuk menambah gerai baru menjadi 417 gerai dari 398 gerai pada tahun lalu. Adapun, tuturnya hingga September perseroan baru merealisasikan pembukaan lima gerai baru.Lambatnya realisasi pembukaan gerai baru pada tahun ini, menurut dia diakibatkan oleh adanya kendala administrasi, mengingat saat ini perseroan tengah fokus untuk mendirikan gerai dengan konsep free standing atau gerai mandiri.“Pembukaan gerai free standing lebih sulit jika dibandingkan gerai di dalam mall, karena harus ada izin lahan, izin tender, dan sebagainya,” ungkapnya.Juwono menjelaskan saat ini jumlah gerai free standing, baru sekitar 40 gerai dari total 403 gerai yang dimiliki perseroan. Pada tahun depan, lanjutnya sebagian besar gerai dari rencana pembukaan 20 gerai baru merupakan gerai free standing.“Di kuartal IV ini kami akan genjot pembukaan gerai baru untuk memenuhi target akhir tahun. Pada November ini akan banyak yang dibuka,” ungkapnya.Seiring dengan target pertumbuhan pendapatan, Juwono menuturkan laba bersih perseroan pada 2012 juga diprediksi naik menjadi Rp302,4 miliar dari target laba tahun ini yang dipatok sebesar Rp267, 2 miliar.Untuk mengoptimalkan kinerja, dia mengatakan perseroan juga akan merenovasi restoran-restoran lama dan mengganti mesin-mesin produksi. Menurut dia, untuk memenuhi kebutuhan belanja modal (capital expenditure/ capex) 2012, perseroan akan mengalokasikan dana sebesar Rp300 miliar.Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sekitar 20% dari capex tahun ini yang dialokasikan sebesar Rp250 miliar. Sumber pendanaan capex, tuturnya akan berasal dari kas internal perseroan.“Jadi capex tahun depan akan digunakan untuk pembukaan 20 gerai baru sebesar Rp140 miliar, serta merenovasi restoran lama dan mengganti mesin sebesar Rp160 miliar,” terangnya.Hingga Oktober tahun ini, Juwono mengatakan realisasi capex perseroan baru sekitar Rp200 miliar. Menurut dia, hingga akhir tahun, realisasi capex dapat memenuhi alokasi yang ditetapkan pada akhir tahun, mengingat beberapa gerai baru sdang dalam proses pembangunan. (Bdk/Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bunga Dewi Kusuma

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top