Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah terkoreksi 82 poin terpengaruh sentimen AS

JAKARTA: Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menurunkan prospek peringkat utang AS dari stabil ke positif, meskipun peringkatnya masih bertahan di level AAA.Hal itu tertuang di dalam riset pemeringkatan Fitch oleh Group Managing Director
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 29 November 2011  |  10:30 WIB

JAKARTA: Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menurunkan prospek peringkat utang AS dari stabil ke positif, meskipun peringkatnya masih bertahan di level AAA.Hal itu tertuang di dalam riset pemeringkatan Fitch oleh Group Managing Director & Analis Utama Fitch David Riley yang dikirimkan pagi ini.Peringkat utang yang ditetapkan pada AAA tersebut termasuk peringkat nasional jangka panjang dan peringkat surat utang negara (SUN) pemerintah AS.Fitch juga menetapkan kembali batas peringkat atas negara tersebut pada AAA dan peringkat utang denominasi asing jangka pendek pada level F1+."Prospek negatif merefleksikan menurunnya keyakinan diambilnya langkah fiskal untuk tetap mengarahkan keuangan publik AS dalam jalur yang aman dan mampu menjaga peringkat AAA," jjar Riley dalam riset tersebut.Prospek peringkat negatif itu juga diganjar setelah gagalnya Congressional Joint Select Committee on Deficit Reduction (JSCDR) menyetujui US$1,2 triliun untuk memotong defisit anggaran 10 tahun ke depan.Dalam laporannya, Bloomberg menilai penurunan prospek peringkat AS berpengaruh pada terjadinya koreksi rupiah terhadap dolar pagi ini.Koreksi yang sudah terjadi 3 hari terakhir itu ditengarai disebabkan oleh sentimen AS merupakan target ekspor terbesar kedua Indonesia.Pada pantauan pasar terakhir, posisi nilai tukar rupiah sudah terkoreksi 82 poin atau 0,9% ke Rp9.200 pada pukul 10.00.“Pemangkasan prospek peringkat AS dan berlanjutnya krisis utang Eropa berpengaruh pada sentimen keseluruhan," ujar Gundy Cahyadi, Ekonom Oversea-Chinese Banking Corp dari Singapura, kutip Bloomberg.Dia mengatakan saat ini intervensi pasar uang belum dilakukan Bank Indonesia hari ini.(api)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top