Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Victoria akan rilis obligasi Rp500 miliar

JAKARTA: PT Bank Victoria International Tbk berencana menerbitkan obligasi senior dan subordinasi dengan nilai total Rp500 miliar pada 2012 mendatang.Andrew Haswin, Pejabat sementara Direktur Utama Bank Victoria, mengatakan perseroan masih menghitung
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 November 2011  |  18:34 WIB

JAKARTA: PT Bank Victoria International Tbk berencana menerbitkan obligasi senior dan subordinasi dengan nilai total Rp500 miliar pada 2012 mendatang.Andrew Haswin, Pejabat sementara Direktur Utama Bank Victoria, mengatakan perseroan masih menghitung komposisi obligasi senior dan subordinasi (subdebt) yang akan diterbitkan pada tahun depan.“Kami masih terus menghitung sehingga belum bisa menyebutkan komposisi obligasi dan subdebt,” ujarnya akhir pekan lalu.Menurut dia, minimal Rp200 miliar dari hasil penerbitan surat utang itu akan digunakan untuk melunasi sebagian obligasi yang akan jatuh tempo di tahun depan.“Obligasi yang jatuh tempo di 2012 bernilai Rp400 miliar yang terdiri konvensional Rp200 miliar dan subdebt Rp200 miliar,” ujarnya.Adapun untuk subdebt, lanjutnya, akan digunakan untuk mempertahankan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) minimal di level 16%.Menurut regulasi Bank Indonesia sebanyak 50% dari hasil subdebt bisa diperhitungkan sebagai modal pelengkap.“Sampai dengan September 2011, posisi CAR kami sekitar 16,8%. Hingga akhir tahun akan kami jaga di level 16%-17%,” ujarnya.Penerbitan kedua obligasi ini, lanjutnya, masih relatif lama sehingga perseroan juga belum menunjuk penjamin pelaksana emisi.“Penjamin pelaksana emisinya yang pasti dari Victoria Securitas, untuk yang lain belum kami cari,” ujarnya.Bank Victoria hingga akhir triwulan III/2011 membukukan laba Rp183,26 miliar, meningkat sekitar 140,97% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Meski laba meningkat signifikan, Bank Victoria harus turun kelas menjadi bank dengan aset dibawah Rp10 triliun. Aset perseroan turun menjadi Rp9,43 triliun dibandingkan dengan akhir 2010 yang sebesar Rp10,3 triliun.Menurut Andrew, penurunan aset disebabkan karena perseroan melakukan perbaikan dalam penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) demi memperbaiki rasio intermediasi (loan to deposit ratio/LDR).“Karena banyak DPK yang tidak terpakai maka kami kurangi bunga deposito akibatnya ada nasabah yang mengalihkan dananya ke bank lain,” ujarnya.Penurunan terbesar DPK terjadi pada deposito yang anjlok menjadi Rp6,33 triliun [pada akhir September 2011 dibandingkan dengan akhir 2010 yang sebesar Rp8,29 triliun.Namun hal tersebut positif bagi rasio intermediasi yang naik menjadi 70,39% dibandingkan dengan posisi akhir 2010 yang sekitar 40%.Menurut dia, perseroan kembali akan mengenjot penghimpunan DPK guna menaikan aset menjadi diatas Rp10 triliun.“Kami targetkan aset Bank Victoria tahun ini bisa mencapai Rp10,5 triliun hingga Rp11 triliun,” ujarnya.Pada tahun ini, Bank Victoria telah menyelenggarakan penawaran umum terbatas (rights issue) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) bernilai Rp200 miliar.Selain itu perseroan juga akan melepas waran sebesar 1,478 miliar waran seri VI yang akan diterbitkan menyertai saham biasa atas nama hasil pelaksanaan HMETD tersebut di mana pada setiap 85 saham baru tersebut melekat 63 waran. (20/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Donald Banjarnahor

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top