Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tambang emas Toka mulai dikeruk

JAKARTA: Setelah mengakuisisinya dari Aurora Gold Ltd 9 tahun silam, Archipelago Resources Plc kini mulai mengeruk emas di tambang Toka Tindung, Sulawesi Utara. Manajemen Archipelago menyatakan proyek tambang tersebut ditarget menghasilkan minimal
Puput Jumantirawan
Puput Jumantirawan - Bisnis.com 07 November 2011  |  15:19 WIB

JAKARTA: Setelah mengakuisisinya dari Aurora Gold Ltd 9 tahun silam, Archipelago Resources Plc kini mulai mengeruk emas di tambang Toka Tindung, Sulawesi Utara. Manajemen Archipelago menyatakan proyek tambang tersebut ditarget menghasilkan minimal 60.000 ounce tahun ini, dari estimasi produksi rata-rata 150.000 ounce per tahun. "Beroperasinya tambang ini tonggak sejarah kami, karena kami dapat memenuhi kriteria produksi 1,5 juta ton per tahun," kata Marcus Engelbrecht, CEO Archipelago dalam keterangan tertulis hari ini. Archipelago Resources Plc adalah perusahaan tambang emas yang terdaftar di Bursa Efek London. Perusahaan ini dikendalikan Grup Rajawali milik pengusaha nasional Peter Sondakh. Pajajaran & ArarenSelain mengeruk emas di lubang pertama tambang Toka, Archipelago juga memulai pengerukan di lubang tambang yang lain, yakni Pajajaran dan Araren. Tambang Toka berlokasi 35 km arah timur laut Manado, Sulawesi Utara. Cadangan emasnya 1,75 juta ounce, dan yang akan ditambang 1,1 juta ounce. Kapasitas pengolahannya 1,5-1,7 juta ton per tahun. Archipelago dan PT Rajawali Corporation berbagi 95% dan 5% saham tambang tersebut melalui PT Meares Soputan Mining dan PT Tambang Tondano Nusajaya. Sebanyak 95% saham dua perusahaan yang terakhir itu dikuasai Archipelago Resources Pty Ltd, anak usaha Archipelago. Sedangkan 5% sisanya dikuasai Rajawali. Archipelago dan Rajawali Corporation terafiliasi karena keduanya bagian dari Grup Rajawali. Archipelago juga menggarap tambang emas di Vietnam dan Filipina yang masih dieksplorasi. Pagi tadi, harga emas di Bursa Komoditas London kembali melanjutkan penguatan setelah terangkat ke atas US$1.760 per ounce, rekor tertinggi dalam 6 pekan terakhir. (bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top