Harga karet berbalik naik 6,9%

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 September 2011  |  11:40 WIB

 

TOKYO: Turunnya pandangan pesimis terhadap penyelesaian krisis utang regional Eropa dan ekonomi Jerman yang dapat menghindari resesi telah membuat harga berbagai komoditas berbalik dari penurunan parah pekan lalu, termasuk karet. 
 
Harga karet untuk pengirimann Februari melonjak 6,9%, kenaikan terbesar sejak 18 Maret, sebelum diperdagangkan pada 319,8 yen per kilogram (US$4.208 per  ton) di Tokyo Commodity Exchange pukul 11:14 waktu setempat. 
Sementara itu harga kontrak pengiriman Maret, baru terdaftar di bursa hari ini, naik menjadi 325 yen setelah pembukaan pada 318,7 yen.
 
Harga karet berjangka pulih dari posisi terendah dalam 1 tahun kemarin setelah seorang pejabat bank sentral regional euro mengatakan Bank Sentral Eropa (ECB) kemungkinan memulai kembali pembelian surat utang dan dapat mendiskusikan pemotongan suku bunga untuk memudahkan pendanaan. 
 
"Pandangan pesimistis tentang krisis utang Eropa surut, memacu investor untuk membeli kembali [komoditas] berjangka," kata Takaki Shigemoto, seorang analis di JSC Corp di Tokyo, hari ini seperti dikutip Bloomberg.
 
Merkel mengundang Perdana Menteri Yunani George Papandreou untuk mengadakan pembicaraan di Berlin hari ini seiring default kredit swap menunjukkan peluang lebih dari 90% bahwa Yunani tidak akan memenuhi komitmen utang.
 
Sementara itu kepercayaan bisnis Jerman turun kurang dari perkiraan ekonom pada September, menunjukkan ekonomi terbesar Eropa dapat menghindari resesi sekalipun krisis utang regional memburuk.
 
Harga karet berjangka juga meningkat setelah Rubber Consortium Ltd mengatakan, Thailand, Indonesia dan Malaysia, yang mewakili sekitar 70% dari pasokan, dapat memperlambat ekspor.
 
"Kelompok ini memantau situasi dan telah mempersiapkan langkah-langkah untuk menanggapi penjualan yang disebabkan kepanikan di pasar berjangka," kata Yium Tavarolit, sekretaris ketua kelompok itu. 
 
Institut Penelitian Karet Thailand menyebutkan harga karet fisik Thailand jatuh 3,2% menjadi 136,10 baht (US$4.37) per kilogram kemarin. Di Shanghai, harga karet pengiriman Januari melonjak 4,8% menjadi 28.785 yuan (US$4.501) per ton. (Taufikul Basari/sut)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top