Saranacentral incar Rp150 miliar lewat IPO

JAKARTA: PT Saranacentral Bajatama berencana melepaskan maksimal 30% saham ke publik pada kuartal IV/2011. Untuk melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO), perseroan telah menunjuk PT Makinta Securities sebagai penjamin pelaksana
Teguh Purwanto
Teguh Purwanto - Bisnis.com 27 September 2011  |  13:51 WIB

JAKARTA: PT Saranacentral Bajatama berencana melepaskan maksimal 30% saham ke publik pada kuartal IV/2011. Untuk melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO), perseroan telah menunjuk PT Makinta Securities sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter). Direktur Invesment Banking Makinta Securities Harry Kurniawan mengatakan melalui aksi korporasi tersebut, perusahaan yang bergerak di industri baja itu mengincar perolehan dana sebesar Rp120 miliar-Rp150 miliar. Dana tersebut, lanjut dia, akan digunakan untuk keperluan pengembangan ekspansi salah satunya pembangunan pabrik. Sayangnya, dia masih enggan membicarakan secara rinci rencana tersebut. "Saranacentral Bajatama rencananya akan IPO pada semester II tahun ini. Pada kuartal IV/2011. Rencananya mereka lepas maksimum 30% saham dengan target dana Rp120 miliar -Rp150 miliar. Detilnya nanti kami sampaikan melalui prospektus," ujarnya, hari ini. Dia mengatakan pihaknya baru saja melakukan mini expose kepada Bursa Efek Indonesia dan akan memasukkan dokumen IPO ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pada Oktober 2011. Dia juga menambahkan pihaknya sudah mempertimbangkan kondisi pasar modal yang sedang bergejolak dan tetap akan menjalankan rencana IPO itu. "Ya, kami akan tetap coba lakukan pada tahun ini. Kami baru mini expose ke BEI dan akan segera menyampaikan dokumen ke Bapepam-LK. Mungkin pada Oktober ini," ungkapnya. Di tempat terpisah, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mendapat laporan ada perusahaan yang menunda IPO akibat kondisi pasar modal yang sedang berfluktuasi. "Rencana perusahaan IPO sepertinya tetap jalan, karena sampai sekarang belum ada yang mengatakan ingin menunda IPO. Bahkan ada satu lagi yang mau IPO. Tadi baru saja mereka mini expose," jelasnya. (Bunga Dewi Kusuma/Kholikul Alim/ea) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top