Prasidha Aneka siapkan kuasi reorganisasi

JAKARTA: Setelah menuntaskan merger, emiten produsen dan penjual kopi PT Prasidha Aneka Niaga Tbk berniat melakukan kuasi reorganisasi untuk menghilangkan saldo defisit perseroan sebesar Rp568,13 miliar.Rencana itu tertuang di dalam keterbukaan informasi
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 23 September 2011  |  16:51 WIB

JAKARTA: Setelah menuntaskan merger, emiten produsen dan penjual kopi PT Prasidha Aneka Niaga Tbk berniat melakukan kuasi reorganisasi untuk menghilangkan saldo defisit perseroan sebesar Rp568,13 miliar.Rencana itu tertuang di dalam keterbukaan informasi perseroan di surat kabar hari ini. Dalam data itu, manajemen perseroan yang dipimpin oleh Jeffry Sanusi Soedargo itu mencatat ada empat tujuan yang ingin dicapai perseroan melalui aksi korporasi tersebut.Keempatnya yaitu awal usaha yang baru karena tidak dibebani defisit, struktus ekuitas dan aset-kewajiban perseroan dapat dinilai sebesar nilai wajar, dapat membagi dividen, serta meningkatkan daya tarik investasi di perseroan.Emiten berkode saham PSDN itu berniat menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan dari pemegang sahamnya pada 26 Oktober.Sebelumnya pada awal tahun ini, perseroan melepas salah satu anaknya yaitu PT Aneka Widya Graha yang bersegmen usaha ril estat senilai Rp94,07 juta. Setelah itu, perseroan menggelar merger dengan dua anak usahanya yaitu PT Aneka Sumber Kencana dan PT Lampung Sumber Kencana Pelleting Factory.Pemegang saham Prasidha terdiri dari Innovest Offshore Ventures Ltd sebesar 46,93%, Igianto Joe 18,92%, PT Aneka Bumi Prasidha 9,48%, PT Aneka Agroprasidha 7,91%, Lion Best Holding Limited 7,77% dan publik 8,99%.Grup Prasidha didirikan pada 1984 oleh Oesman Soedargo, Mansjur Tandiono, Haji Mahmud Uding, dan I Gede Subratha.Selain Aneka Bumi Kencana, Aneka Sumber Kencana, dan Lampung Sumber Kencana, perseroan memiliki tiga anak perusahaan lain. Ketiganya adalah PT Indoarabica Mangkuraja di Bengkulu yang mengelola perkebunan, PT Aneka Coffee Industry yang mengelola pabrik kopi di Sidoarjo, dan PT Tirtha Harapan Bali di Singaraja.Perseroan mengusung merek Prima yang disajikan dalam tiga bentuk yaitu spray dried coffee, agglomerated coffee, dan 3 in 1 coffee mix.Harga saham perseroan masih stagnan di level Rp285. Harga itu membentuk kapitalisasi pasarnya dan rasio harga saham terhadap laba bersihnya (price to earnings ratio/PER) sebesar 15,99 kali.Harga saham perseroan pernah disuspen Bursa Efek Indonesia sejak 8 Juli hingga 12 September karena kenaikan harga seputar aksi korporasi perseroan. (ea) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top