Rupiah kian melemah, Menkeu dukung intervensi BI

JAKARTA : Pemerintah menilai intervensi pasar yang dilakukan oleh bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar merupakan tindakan yang wajar di tengah pelemahan rupiah saat ini.Menteri Keuangan Agus D. W. Martowardojo menuturkan cadangan devisa
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 September 2011  |  08:53 WIB

JAKARTA : Pemerintah menilai intervensi pasar yang dilakukan oleh bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar merupakan tindakan yang wajar di tengah pelemahan rupiah saat ini.Menteri Keuangan Agus D. W. Martowardojo menuturkan cadangan devisa yang tergerus akibat intervensi Bank Indonesia (BI) tersebut bukanlah suatu masalah yang harus dikhawatirkan karena secara umum kondisi perekonomian Indonesia masih stabil.“Jadi tidak apa-apa [cadangan devisa berkurang] karena itu memang suatu operasi pasar yang harus dilakukan [oleh BI] dan kami melihat kondisi di indonesia sebetulnya dalam keadaan stabil,” ujarnya di kantornya, tadi malam.Menurut dia, saat ini bank-bank di kawasan Eropa banyak yang mengalami permasalahan karena besarnya portofolio mereka yang dimiliki investor Yunani. Kemudian, ada kesulitan akses ke likuiditas yang kemudian berdampak pada ekonomi dunia. “Tapi untuk Indonesia, kami berkeyakinan itu sifatnya sementara dan nanti akan kembali stabil.”Seperti diketahui, cadangan devisa Indonesia pekan lalu anjlok sekitar US$2 miliar ke posisi US$122 miliar dari US$124,6 miliar per 19 Agustus 2011 karena intervensi bank sentral ke pasar keuangan.Pagi ini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kian melemah dan sempat menyentuh level Rp9.000.Pada pukul 08.35 WIB, rupiah berada di posisi Rp8.965 atau terdepresiasi 72 poin (0,81%) dari posisi kemarin Rp8.893 per dolar. Pelemahan telah terlihat ketika perdagangan rupiah dibuka pada level Rp8.974 dan rentang pergerakan pada Rp8.944-Rp9.003 per dolar AS. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Agust Supriadi & Fahmi Achmad

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top