Surat utang non-tradeable Rp250 triliun akan dikonversi

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 September 2011  |  19:51 WIB

 

JAKARTA: Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia tengah melakukan pengkajian terhadap kemungkinan melakukan konversi surat utang non-tradeable senilai Rp250 triliun agar dapat digunakan sebagai amunisi instrumen moneter BI.
 
"Kemenkeu sedang mendiskusikan kemungkinan konversi surat utang pemerintah dari non-tradable menjadi tradeable," ujar Rahmat Waluyanto Dirjen Pengelolaan Utang Kemenkeu dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, hari ini.
 
Secara bertahap, tambah Rahmat, Kemenkeu dan BI akan mengkonversi Rp 250 triliun Surat Utang Negara yang tidak bisa diperdagangkan (non-tradeable) menjadi SUN yang bisa diperdagangkan (tradeable bonds). 
 
"Ini supaya BI punya amunisi dan ini dapat digunakan sebagai instrumen moneter BI," papar Rahmat. 
 
Namun konsekuensinya, akan ada biaya tambahan untuk penyesuaian suku bunga yang berlaku pada surat utang tradable.
 
"Berapa yang harus ditanggung pemerintah untuk konversi ini, masih kami kaji,"jelasnya.
 
Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia  Hartadi A. Sarwono menerangkan, rencana konversi ini masih dalam proses pembicaraan antara Bank Indonesia dengan Kementerian Keuangan. 
 
"Konversi itu dalam rangka asset-liability management, sehingga nanti surat utang pemerintah yang dipegang BI itu jadi bisa diperdagangkan," kata Hartadi.
 
Konversi ini, tambah Hartadi, membuat non tradeable bonds yang dipegang BI menjadi tradable sehingga bisa digunakan untuk operasi moneter. 
 
Dengan rencana konversi ini, pemerintah tidak perlu menerbitkan surat utang baru, tetapi cukup mengubah surat utang pemerintah yang ada di BI menjadi bisa diperdagangkan, misalnya surat utang pemerintah yang terkait BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ana Noviani

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top