Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga uranium turun 1,9%

TOKYO: Ux Consulting Co mengatakan harga spot uranium turun 1,9% dalam seminggu terakhir pada masa liburan musim panas di belahan bumi utara. Sebelumnya, harga uranium sempat melemah setelah krisis reaktor nuklir Fukushima di Jepang
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Agustus 2011  |  13:46 WIB

TOKYO: Ux Consulting Co mengatakan harga spot uranium turun 1,9% dalam seminggu terakhir pada masa liburan musim panas di belahan bumi utara. Sebelumnya, harga uranium sempat melemah setelah krisis reaktor nuklir Fukushima di Jepang

Uranium berkonsentrasi oksida untuk pengiriman segera telah diperdagangkan pada US$50,50 per pound dalam tujuh hari ini, atau merosot dibandingkan US$51,50 pada pekan sebelumnya. Angka ini didapat berdasarkan penawaran paling kompetitif yang telah dilacak oleh perusahaan yang berbasis di Georgia, Roswell.
 
Harga spot untuk bahan bakar nuklir tersebut menurun 24% sejak seminggu sebelum gempa dan tsunami mengakibatkan pembangkit listrik di Fukushima mati. Krisi mendorong beberapa negara menahan rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga atom. China bahkan menghentikan persetujuan pabrik baru dan Jerman mengumumkan akan menutup lebih dari 25 persen dari kapasitas nuklirnya.
 
"Pasar spot uranium terus tersingkir ke bawah pada permintaan yang sensitif. Agustus adalah puncak musim liburan, hal ini menyebabkan pembeli menjauh dari pasar pada musim panas ini, juga sebagai implikasi dari kecelakaan di Fukushima," ujar Ux seperti dikutip Bloomberg.
 
Utilitas tenaga nuklir membeli sebagian besar uraniumnya dari perusahaan pertambangan, dengan sebagian besar masa kontrak lebih dari 12 bulan. Pasar untuk pengiriman segera, atau pasar spot memungkinkan pengiriman perdagangan selama setahun, termasuk pembelian dan penjualan oleh investor keuangan (Lavinda/sut).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top