Chandra Asri Petrochemical, nama baru Tri Polyta

JAKARTA: PT Tri Polyta Indonesia Tbk di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai 30 Desember 2010 berubah nama menjadi PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.I Gede Nyoman Yetna, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Riil BEI, dan Abdul Mun'im, Pelaksana harian
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Desember 2010  |  11:26 WIB

JAKARTA: PT Tri Polyta Indonesia Tbk di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai 30 Desember 2010 berubah nama menjadi PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.I Gede Nyoman Yetna, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Riil BEI, dan Abdul Mun'im, Pelaksana harian Kepala Divisi Perdagangan Saham BEI, dalam pengumuman tertulis hari ini menyebutkan bahwa perdagangan efek Chandra Asri di BEI tetap menggunakan kode TPIA.Tri Polyta dan Chandra Asri sepakat untuk menggabungkan usaha yang akan berlaku efektif pada 1 Januari 2011. Proses merger telah mengantongi persetujuan dari rapat umum luar biasa pemegang saham Tri Polyta pada 27 Oktober .Merger Tri Polyta dan Chandra Asri akan menghasilkan kombinasi total pendapatan Rp17triliun-Rp20 triliun pertahun serta total aset US$1,5 miliar.Mengacu pada kinerja per Juni 2010, merger antara Tri Polyta, penghasil 360.000 ton polipropilena per tahun, dan Chandra Asri, produsen propilena, etilena, dan polietilena, nantinya bisa menghasilkan proforma total penjualan Rp 17 triliun-Rp20 triliun per tahun.Polipropilena merupakan bahan baku yang digunakan pada berbagai macam produk konsumsi seperti kemasan makanan, perabot rumah tangga, komponen otomotif, peralatan elektronik dan berbagai aplikasi lainnya.Bahan baku utama untuk memproduksi polipropilena adalah propilena yang merupakan hasil dari proses pemecahan nafta yang dihasilkan oleh Chandra Asri. Chandra Asri mempunyai kapasitas produksi 600.000 ton per tahun dengan berbagai produk kimia yang dihasilkan a.l. etilena, polietilena, propilena, dan hasil sampingan seperti pygas dan C4.Saham TPIA pada penutupan perdagangan hari ini ditutup naik Rp100 atau 2,99% ke level Rp3.450.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top