IPO BUMN tetap melalui penjatahan

JAKARTA: Kementerian BUMN menyatakan belum berencana mengganti mekanisme penawaran publik perdana (initial public offering/ IPO) melalui sistem lelang terbuka dan tidak melalui penjatahan.
Amanda Kusumawardhani | 23 Desember 2010 06:57 WIB

JAKARTA: Kementerian BUMN menyatakan belum berencana mengganti mekanisme penawaran publik perdana (initial public offering/ IPO) melalui sistem lelang terbuka dan tidak melalui penjatahan.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan sampai saat ini masih mengikuti ketentuan yang ada, yaitu melepas saham kepada investor melalui IPO. Mekanisme itu dinilai paling memungkinkan, ketika tidak ada peraturan lain yang mengizinkan aksi korporasi tersebut dilakukan dengan mekanisme yang berbeda.

Kalaupun ada yang memunculkan wacana mengenai IPO melalui lelang terbuka, itu silakan saja. Namun kami di Kementerian BUMN tetap menjalankan mekanisme penawaran seperti yang saat ini berjalan, ujarnya hari ini.

Menurut Mustafa, mekanisme lelang untuk IPO BUMN bisa dilaksanakan apabila ada peraturan yang memungkinkan untuk hal itu.

Sebagaimana diketahui, Ketua Bapepam Ahmad Fuad Rahmany menyatakan bahwa pemerintah dimungkinkan untuk mengatur mekanisme penjatahan dan pembentukan harga dalam penawaran umum perdana BUMN dengan sistem lelang terbuka.

Menurut Fuad, apabila Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan terjalin kesepakatan, Bapepam siap untuk memfasilitasi mekanisme tersebut.

Ada sekitar tujuh BUMN yang disiapkan untuk IPO tahun depan. Beberapa perusahaan yang dimaksud adalah PT Garuda Indonesia (Persero), PT Jasindo, serta PT Waskita Karya.

Mustafa Abubakar menambahkan bahwa pada pekan ini pihaknya akan memutuskan sejumlah BUMN yang akan IPO tahun depan.

Akan kami bahas nama-nama perusahaan yang akan IPO, dan akan ada keputusan pekan depan. Selain itu, kami juga akan merampungkan pembahasan pembentukan holding BUMN perkebunan dan kehutanan, lanjut Mustafa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top