Sinarmas Multiartha incar pendapatan Rp10 triliun

JAKARTA: PT Sinarmas Multiartha Tbk menargetkan pendapatan pada akhir tahun ini di atas Rp10 triliun. Jumlah itu terpaut tipis dari pendapatan yang dibukukan perseroan pada kuartal III/2010 sebesar Rp9,69 triliun.Direktur Sinarmas Multiartha Kurniawan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 23 Desember 2010  |  09:26 WIB

JAKARTA: PT Sinarmas Multiartha Tbk menargetkan pendapatan pada akhir tahun ini di atas Rp10 triliun. Jumlah itu terpaut tipis dari pendapatan yang dibukukan perseroan pada kuartal III/2010 sebesar Rp9,69 triliun.Direktur Sinarmas Multiartha Kurniawan Udjaja mengatakan perusahaan belum dapat memastikan proyeksi itu dalam jumlah yang pasti karena masih tergantung kinerja dari anak-anak usaha perseroan.

"Terutama asuransi yang bisa terjadi klaim besar atau penambahan premi yang besar juga dalam waktu singkat," jelasnya dalam paparan pers sore ini.

Dia juga mengatakan perusahaan memproyeksikan laba bersih yang dibukukan pada akhir tahun ini, sekitar Rp800 miliar.

Dari proyeksi itu, menurutnya perseroan masih akan menitikberatkan pada anak usaha di bidang asuransi yang saat ini masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar emiten berkode SMMA itu, yang berkisar antara 70--80% dari total pendapatan perseroan.

Peningkatan pendapatan perseroan dibukukan sebesar 31,94% dari perolehan pada periode yang sama tahun lalu sebesar 7,34%. Peningkatan pendapatan itu tergerus oleh lebih besarnya peningkatan beban operasional perusahaan sebesar 34,61% dari Rp6,63 triliun menjadi Rp8,93 triliun pada periode yang sama.

Hal ini berdampak terhadap kenaikan laba bersih sebesar 10,87%. Salah satu pencetak beban terbesar adalah beban underwriting asuransi yang selalu lebih besar dibandingkan dengan pendapatan underwriting asuransi yang dibukukan pada kuartal III 2009 dan 2010.

Pada kuartal III/2010, pendapatan underwriting asuransi dibukukan sebesar Rp7,39 triliun, sedangkan beban underwriting sebesar Rp7,82 triliun.

Pada kuartal III/2009, pendapatan underwriting asuransi dibukukan sebesar Rp5,04 triliun, sedangkan beban serupa juga dibukukan lebih besar yaitu sebesar Rp5,43 triliun. "Untuk itu [beban dan pendapatan unerwriting asuransi], kami tidak dapat memprediksi karena klaim asuransi dapat terjadi setiap saat, mungkin tahun ini besar, tetapi bisa saja tahun depan lebih kecil."

Laba bersih emiten Grup Sinarmas di bidang keuangan itu dibukukan sebesar Rp749,79 miliar dari perolehan pada kuartal III tahun lalu sebesar Rp676,25 miliar. Pada tahun depan, perseroan memprediksi kinerja keuangannya, baik pendapatan ataupun laba bersih, dapat meningkat antara 10% hingga 15%.

Namun dia belum dapat mengungkapkan rencana ekspansi atau fokus bisnis tahun ke depan karena tergantung dengan masing-masing anak usahanya.

Harga saham perseroan melonjak drastis pada 7 Oktober sebesar 34,1% dari level Rp1.510 menjadi Rp2.025. Saham itu sebelumnya relatif tidak bergerak di level sekitar Rp1.510 sejak pertengahan 2009.

Sinarmas Multiartha merupakan induk usaha perusahaan Grup Sinarmas seperti bidang keuangan, asuransi, perbankan, pasar modal, pembiayaan, dan tekonolgi informasi, sehingga perseroan menawarkan jasa keuangan terintegrasi kepada klien usahanya.

Salah satu anak usahanya, PT Bank Sinarmas Tbk, baru menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) senilai Rp160 miliar dan mencatatkan sahamnya di bursa bulan ini.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top