IHSG diperkirakan cenderung melemah

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif pada akhir pekan ini dengan kecenderungan melemah (mix to low) akibat minimnya momentum positif signifikan dari dalam dan luar negeri.
Yanto Rachmat Iskandar | 17 Desember 2010 03:38 WIB

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif pada akhir pekan ini dengan kecenderungan melemah (mix to low) akibat minimnya momentum positif signifikan dari dalam dan luar negeri.

"[Minimnya sentimen positif itu] diperkirakan akan membuat investor mengkhawatirkan potensi inflasi domestik pada tahun depan jika pembatasan BBM bersubsidi mulai diberlakukan," ujar Kepala Riset PT Mega Capital Indonesia Danny Eugene dalam riset rutinnya pagi ini.Dia menilai sentimen lain yang akan mewarnai perdagangan saham hari ini adalah penurunan proyeksi pertumbuhan Indonesia tahun ini oleh Bank Dunia dari level 6% menjadi 5,9%.Prediksi pelemahan pasar saham itu berarti melanjutkan koreksi dalam yang terjadi sejak 9 November hingga kemarin. IHSG kemarin saja terkoreksi sebesar 2,37% akibat kecemasan perlambatan ekonomi global jika China menaikkan suku bunganya dengan agresif. Potensi peningkatan suku bunga itu dinilai akan mendorong pelemahan pada indeks pasar saham Asia yang memicu tekanan jual di bursa domestik.Kemarin, sektor aneka industri menyumbangkan pelemahan terbesar pada koreksi pasar saham. Selama sepekan ini, penjualan bersih investor asing asing telah mencapai Rp2,74 triliun. Indeks bursa Asia rata-rata ditutup melemah, kecuali nilai tukar rupiah yang ditutup pada level Rp9.032 per dolar AS.Lain halnya di bursa AS, di mana indeks Dow Jones dan S&P500 mencapai level tertinggi sepanjang 2 tahun terakhir. Penguatan indeks di bursa Wall Street dipicu oleh data jobless claim yang secara tak terduga mengalami penurunan. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top