Harga gula diprediksi segera naik

CHICAGO: Sejumlah analis memperkirakan harga komoditas berjangka gula akan naik seiring spekulasi bahwa musim hujan yang tidak dapat diprediksi dapat membatasai pasokan dan mengurangi ekspor dari India sebagai produsen kedua terbesar di dunia.Sebanyak
News Editor
News Editor - Bisnis.com 10 Desember 2010  |  08:52 WIB

CHICAGO: Sejumlah analis memperkirakan harga komoditas berjangka gula akan naik seiring spekulasi bahwa musim hujan yang tidak dapat diprediksi dapat membatasai pasokan dan mengurangi ekspor dari India sebagai produsen kedua terbesar di dunia.Sebanyak 5 dari 10 pedagang, analis, dan broker yang disurvey oleh Bloomberg mengatakan gula mentah di New York akan mengalami peningkatan pada pekan depan. Sebanyak 3 responden memprediksikan harga gula akan turun dan 2 lainnya memperkirakan ada sedikit perubahan. Berdasarkan catatan Bloomberg, komoditas itu jatuh 0,9% menjadi 28,71 sen per pon pada ICE Futures US kemarin. Broker senior Olympus Futures Chicago Hank King mengatakan sektor komoditas India sedang mengalami beberapa tahun musim tanam yang benar-benar buruk."Mereka [India] memiliki banyak permintaan untuk itu [gula], dan tidak banyak pasokan," ujarnya seperti dikutip Bloomberg, hari ini.Broker yang berbasis di London Czarnikow Group Ltd., mengatakan permintaan global akan melebihi pasokan dalam tiga tahun berturut-turut. Harga melonjak 30% pada 12 bulan terakhir, sebagian karena kekhawatiran akan cuaca buruk di China dan Brasil berpotensi merugikan tanaman. Sementara itu, Asosiasi Pabrik Gula India menyebutkan India akan memutuskan mengurangi batas ekspor pada minggu ketiga bulan Desember. Negara tersebut mungkin mengekspor 1,5 juta hingga 2 juta metric ton pada tahun ini.Sebanyak 3 dari 10 responden mengatakan harga gula halus di London akan meningkat, sementara 3 lainnya memperkirakan penurunan harga. Adapun sebanyak 4 responden memproyeksikan sedikit perubahan. Kemarin, harga gula halus turun 0,7% ke level US$727,20 per ton pada NYSE Liffe. (02/bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top