Produksi CPO Malaysia 2018 Diprediksi Merosot

Produksi minyak kelapa sawit Malaysia diprediksi anjlok pada 2018 karena hasil panen yang menurun.
Mutiara Nabila | 28 Agustus 2018 18:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Produksi minyak kelapa sawit Malaysia diprediksi anjlok pada 2018 karena hasil panen yang menurun.

Hasil produksi dari Malaysia, produsen minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) terbesar kedua di dunia, diperkirakan akan merosot ke 19,8 juta ton pada tahun ini dari tahun 2017 sebanyak 19,92 juta ton.

“Hasil produksi mengalami tren penurunan. Ada pertumbuhan hasil produksi pada akhir tahun lalu dan empat hingga lima bulan pertama tahun ini, tetapi untuk sementara saat ini kenaikan produksi tersebut tidak berlanjut,” ujar Thomas Mielke, analis Oil World Executive dalam konferensi Industri di Kuala Lumpur, dilansir dari Reuters, Selasa (28/8).

Namun, Mielke memperkirakan produksi bisa meningkat pada 2019 hingga mencapai 20,4 juta ton.

Produksi CPO global diperkirakan akan mencapai 70,22 juta ton tahun ini, dari jumlah 67,94 juta ton pada 2017, dan kenaikan tersebut akan terus berlanjut hingga 72,69 juta ton pada tahun depan. Mielke juga mengatakan harga CPO akan cukup terangkat dalam beberapa bulan kedepan.

Patokan harga CPO global dari Bursa Malaysia Derivatif pada sesi perdagangan Selasa (28/8) tercatat naik 33 poin atau 1,5% menjadi 2.232 ringgit per ton dan turun 10,31% selama 2018 berjalan.

Pada sesi perdagangan sebelumnya, harga CPO sempat berada di posisi 2.198 ringgit per ton. Menurut Mielke, penurunan harga tersebut diperkirakan karena penurunan jumlah impor global.

“Namun, dengan jumlah stok CPO saat ini yang cukup rendah di sejumlah negara pengimpor, pembelian harusnya naik dalam beberapa bulan kedepan,” kata Mielke, dengan permintaan terbanyak diperkirakan akan datang dari China dan bisa menjadi salah satu faktor pendorong harga.

Tag : cpo, malaysia
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top