AKSI EMITEN 27 SEPTEMBER: PTPP Tambah Modal PP Energi, Stock Split Saham BRI 1:5

Berita tentang penyertaan modal PTPP kepada PP Energi serta rencana stock split PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. menjadi topik beberapa media nasional hari ini, Rabu (27/9/2017).
Renat Sofie Andriani | 27 September 2017 09:34 WIB
Nasabah bertransaksi melalui mesin ATM di galeri e-banking Bank BRI, di Jakarta, Selasa (12/9). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Berita tentang penyertaan modal PTPP kepada PP Energi serta rencana stock split PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. menjadi topik beberapa media nasional hari ini, Rabu (27/9/2017).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:

PTPP Tambah Modal PP Energi Rp745 Miliar. Korporasi konstruksi dan investasi milik negara PT PP (Persero) Tbk. menyertakan modal senilai Rp745 miliar kepada anak usahanya PT PP Energi untuk keperluan investasi. (Bisnis Indonesia)

Kapuas Prima Coal Go Public. Perusahaan pertambangan dan perdagangan PT Kapuas Prima Coal Tbk. menawarkan saham perdana di kisaran harga Rp120-Rp170. Direktur Kapuas Prima Coal Hendra William mengungkapkan bahwa initial public offering (IPO) dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan. (Bisnis Indonesia)

TOPS Kejar Rp3 Triliun. Korporasi konstruksi swasta, PT Totalindo Eka Persada Tbk., optimistis dapat mencapai target kontrak baru sebesar Rp3 triliun sampai akhir 2017. (Bisnis Indonesia)

MEDC Rights Issue US$150 Juta. Demi membayar utang jatuh tempo, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) akan mencari pendanaan baru dari pasar modal. MEDC berencana menerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) maksimal sebanyak 4,45 miliar saham. (Kontan)

BRI Pastikan Rencana Stock Split 1:5. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) memastikan rencana pemecahan nilai saham (stock split) dengan rasio 1:5 pada tahun ini. Sementara itu, kalangan analis memperkirakan harga BBRI usai stock split berkisar Rp3.240-3.370. (Investor Daily)

Tag : bri, ptpp
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top