Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dolar AS Tertekan Penyelidikan Intens Dugaan Campur Tangan Rusia

Dolar Amerika Serikat (AS) berupaya meraih momentum kenaikannya kembali pada perdagangan hari ini (Jumat, 4/8/2017), di tengah tekanan dari tanda-tanda berkembangnya proses penyelidikan atas dugaan keterlibatan Rusia dalam pemilihan Presiden AS 2016.
Dolar AS./.Bloomberg
Dolar AS./.Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar Amerika Serikat (AS) berupaya meraih momentum kenaikannya kembali pada perdagangan hari ini (Jumat, 4/8/2017), di tengah tekanan dari tanda-tanda berkembangnya proses penyelidikan atas dugaan keterlibatan Rusia dalam pemilihan Presiden AS 2016.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama turun 0,05% atau 0,051 poin ke 92,788 pada pukul 10.24 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan pelemahan 0,13% atau 0,122 poin di level 92,717, setelah pada perdagangan Kamis (3/8) berakhir naik hanya 0,003 poin di posisi 92,839.

Wall Street Journal melaporkan bahwa penasihat khusus Robert Mueller yang ditunjuk untuk menyelidiki kemungkinan campur tangan Rusia dalam pilpres 2016 beserta kemungkinan kolusi dengan kampanye Trump, telah menyusun panel juri di Washington untuk menginvestigasi kasus tersebut.

Dua sumber Reuters mengatakan pada hari Kamis (3/8) bahwa dewan juri yang dibentuk telah mengeluarkan subpoena sehubungan dengan pertemuan bulan Juni 2016 yang melibatkan putra Presiden Donald Trump, menantu Trump, dan seorang pengacara Rusia.

“(Pembentukan) juri tersebut merupakan pertanda berkembangnya proses investigasi ini secara intens seputar dugaan kolusi tim kampanye Trump dengan Rusia,” ujar Stephen Innes, kepala perdagangan Asia-Pasifik di OANDA, seperti dikutip dari Reuters.

Sentimen itu ikut membebani greenback setelah data ekonomi terbaru AS yang menunjukkan hasil beragam menambah ketidakpastian tentang laju pengetatan kebijakan Federal Reserve di masa mendatang.

Sementara angka pengajuan tunjangan pengangguran turun pekan lalu dan perusahaan-perusahaan AS melaporkan pemangkasan pekerjaan dengan jumlah paling sedikit dalam delapan bulan, aktivitas sektor jasa bergerak moderat ke level terendah 11 bulan pada Juli.

Pasar saat ini menantikan laporan pekerjaan bulanan AS untuk Juli, demi mendapatkan petunjuk dampaknya terhadap periode pengetatan kebijakan Federal Reserve secara bertahap.

Menurut survey Reuters, data nonfarm payrolls diperkirakan meningkat sebesar 183.000 pekerjaan pada Juli setelah melonjak 222.000 pada bulan sebelumnya. Adapun tingkat pengangguran diperkirakan turun menjadi 4,3%.

Posisi indeks dolar AS                                       

4/8/2017

(Pk. 12.08 WIB)

92,778

(-0,07%)

3/8/2017

92,839

(+0,00%)

2/8/2017

92,836

(-0,22%)

1/8/2017

93,043

(+0,19%)

31/7/2017

92,863

(-0,42%)

 

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper