Rabu, 01 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Listing 3 April, Wika Beton Gunakan Kode Saham WTON

Herdiyan   -   Senin, 10 Maret 2014, 15:53 WIB

BERITA TERKAIT

Wika Beton/JIBI
JIBI
Wika Beton

Bisnis.com, JAKARTA—PT Wijaya Karya (Wika) Beton dijadwalkan mencatatkan diri (listing) di Bursa Efek Indonesia , pada 3 April 2014 mendatang.

Dalam proses initial public offering, anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. tersebut memilih kode saham (ticker) WTON.

Wika Beton memulai proses IPO dengan melakukan penawaran awal (bookbuilding) pada 4 Maret hingga 17 Maret 2014 mendatang.

Perseroan menawarkan harga IPO di kisaran Rp470 hingga Rp630 per saham dengan target raupan dana Rp961 miliar hingga Rp1,28 triliun.

Dalam aksi korporasi itu, perseroan melepas sebanyak-banyaknya 2,045 miliar saham atau 23,47% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Dari target raupan dana itu, sekitar 85% dana akan digunakan untuk ekspansi usaha, sedangkan 15% dana lainnya akan dipakai untuk tambahan modal kerja.

Perseroan merencanakan sejumlah agenda ekspansi di antaranya perluasan lahan bahan baku berupa quarry material alam, pembangunan pabrik baru, penambahan kapasitas pabrik, dan pembelian alat untuk mendukung kemudahan instalasi produk.

“Kami juga berencana mengakuisisi pabrik beton di Batam dengan alokasi sekitar Rp200 miliar,” kata Direktur Keuangan Wika Beton Entus Asnawi Mukhson, Senin (10/3/2014).


Editor : Ismail Fahmi

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.