Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pemicu Nilai Rupiah Ambrol ke Rp17.006 per Dolar AS di Pasar NDF

Pengenaan tarif oleh pemerintahan Trump terhadap barang-barang asal Indonesia menjadi pemicu ambrolnya rupiah hingga ke level Rp17.006 pada pasar NDF.
Karyawan menghitung uang dolar AS dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (18/3/2025). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawan menghitung uang dolar AS dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (18/3/2025). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah hingga Rp17.006 pada pasar Non-Deliverable Forward (NDF). Pelemahan rupiah ini seiring dengan kebijakan tarif yang diberlakukan Trump.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pemerintah Indonesia ingin melakukan negosiasi dengan pemerintah Amerika Serikat mengenai tarif tersebut.

"Seharusnya Indonesia melakukan perlawanan terhadap bea impor yang diterapkan AS. Hampir semua negara melakukan perlawanan," kata Ibrahim, Sabtu (5/4/2025).

Dia melanjutkan, dengan kondisi tersebut, Pemerintah Indonesia melakukan negosiasi ulang dengan pemerintahan Trump alih-alih memberikan tarif balasan. Ibrahim menilai negosiasi ini tidak akan tercapai.

Ibrahim mencontohkan sejumlah negara seperti China, Kanada, Meksiko, hingga Uni Eropa melakukan perlawanan terhadap tarif Trump, sehingga terjadi negosiasi. Sementara itu, Indonesia belum melakukan perlawanan, tetapi sudah melakukan negosiasi.

"Nah ini yang sebenarnya mungkin membuat pasar sedikit kecewa ya, dan membuat rupiah ke Rp17.000-an," ucapnya.

Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (4/4/2025) hingga pukul 20.53 WIB, kontrak rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) yang diperdagangkan di pasar luar negeri ambrol ke level Rp17.006 per dolar AS atau mengalami penurunan 1,58%.

Apa itu pasar Non-Deliverable Forward (NDF)

Sebagai informasi, melansir Investopedia, NDF adalah kontrak antara dua pihak untuk menukar selisih nilai tukar mata uang berdasarkan perbedaan antara kurs yang telah disepakati, dan kurs pasar spot  saat jatuh tempo.

Perbedaan antara pasar spot dan pasar NDF tercatat terletak pada waktu penyelesaian transaksi, tujuan penggunaan, dan cara penyelesaiannya. Pasar NDF mengacu pada kontrak derivatif untuk membeli atau menjual mata uang di masa depan dengan kurs yang disepakati.

Sementara itu, pasar spot menjual-belikan mata uang dengan penyelesaian secara langsung, atau umumnya dalam dua hari kerja.

NDF bisa digunakan untuk melakukan hedging atau spekulasi terhadap nilai tukar. Biasanya transaksi NDF melibatkan mata uang seperti rupee India, rupiah, hingga yuan China.

Berbeda dengan pasar spot, tidak ada pengiriman mata uang dalam NDF ini, hanya selisih nilai tukar yang dibayarkan tunai. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper