Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Emas Global Pecah Rekor Jelang Pengumuman Tarif Trump

Harga emas batangan menyentuh level tertinggi sepanjang masa yaitu US$3.148,88 pada Selasa (1/4/2025).
Emas batangan 1 kilogram. / Bloomberg-Christopher Pike
Emas batangan 1 kilogram. / Bloomberg-Christopher Pike

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas melanjutkan kenaikannya pada Rabu (2/4/2025) seiring dengan sikap investor yang  mencari logam mulia untuk mengantisipasi potensi dampak tarif timbal balik AS.

Melansir Reuters, harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi US$3.131,25 per ons. Harga emas batangan menyentuh level tertinggi sepanjang masa di US$3.148,88 pada Selasa (1/4/2025) kemarin. Adapun, harga emas berjangka AS naik 0,4% menjadi US$3.159,90 per ons.

"Alasan utama di balik rekor tertinggi berturut-turut ini adalah pembelian aset safe haven, dan ketidakpastian geopolitik yang mendasarinya tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda," kata Philip Newman, direktur pelaksana Metals Focus.

Newman melanjutkan, perlambatan ekonomi AS, potensi kenaikan inflasi, dan pemangkasan suku bunga dapat menjadi pemicu emas mencapai US$3.300 dalam beberapa bulan mendatang.

Ketegangan menyelimuti pasar menjelang tarif AS yang akan diberlakukan hari ini, yang oleh Presiden Donald Trump disebut sebagai "Hari Pembebasan." Kebijakan tarif Trump dapat memicu inflasi, memperlambat pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan sengketa perdagangan.

Emas, sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakstabilan global dan inflasi, tumbuh subur dalam lingkungan suku bunga rendah.

Sebelumnya, Gedung Putih mengonfirmasi tarif baru akan diberlakukan, meskipun tidak memberikan rincian tentang ukuran atau cakupannya.

Kenaikan harga emas batangan juga didorong oleh permintaan bank sentral yang kuat, ekspektasi pelonggaran suku bunga oleh Federal Reserve, ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa, dan peningkatan aliran ke dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas.

"Pasar dapat menguji US$3.400/oz selama 9 bulan ke depan dalam skenario bullish," kata Aakash Doshi, kepala strategi emas global di State Street Global Advisors.

Pejabat Fed khawatir bahwa lapangan kerja dapat menurun, tetapi ancaman inflasi yang didorong tarif membatasi kemampuan mereka untuk melakukan apa pun tentang hal itu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper