Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tangkap Cuan Saham-Saham Lapis Kedua, Mana yang Menarik?

Analis melihat terdapat beberapa saham lapis kedua di dalam indeks SMC Liquid yang menarik untuk dicermati saat ini.
Karyawan beraktivitas di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (21/3/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan beraktivitas di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (21/3/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Saham-saham lapis kedua yang tergabung dalam indeks SMC Liquid bergerak melampaui kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan indeks-indeks utama seperti LQ45, IDX30, dan IDX80. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks SMC Liquid telah bergerak naik 2,25% sejak awal tahun, melampaui IHSG yang turun 1,46% secara year to date. Demikian juga indeks-indeks utama seperti LQ45 yang turun 1,72%, IDX30 turun 2,23%, dan IDX80 yang turun 1,07%.

Head of Research InvestasiKu (Mega Capital Sekuritas) Cheril Tanuwijaya menjelaskan peningkatan indeks berisi saham-saham berkapitalisasi pasar menengah dan kecil ini akibat naiknya pergerakan saham-saham berbobot besar di indeks ini seperti PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP), dan dan peningkatan saham PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA). 

Sebagai informasi, saham INKP tercatat menjadi saham dengan bobot terbesar ketiga di SMC Liquid. Sejak awal tahun hingga penutupan Rabu (3/4/2024), saham INKP telah menguat 18,92%.

Di sisi lain, saham BNGA menguat 22,71% sejak awal tahun. Saham BNGA tercatat memiliki bobot sebesar 0,83% terhadap indeks SMC Liquid. 

Selain itu, lanjut Cheril, laju indeks ini juga ditopang oleh penguatan harga saham-saham minyak yang naik secara signifikan year to date (YTD) seperti saham MEDC dan AKRA. 

Saham MEDC tercatat menguat 34,63% ytd dan menjadi saham dengan kenaikan tertinggi kedua di indeks ini sejak awal tahun. Sementara itu, saham AKRA telah menguat 20,34% secara year to date. 

Di sisi lain, kata dia, saham-saham berkapitalisasi pasar besar dengan bobot besar di indeks saham utama seperti TLKM, ASII, dan UNVR mengalami penurunan harga yang signifikan sejak awal tahun. 

"Dari SMC Liquid, pilihan kami saham kertas yaitu INKP, karena secara valuasi murah dan secara prospek ada potensi kenaikan seiring naiknya harga komoditas pulp global. Kami memberikan rating buy untuk INKP dengan target harga Rp11.500, dan stop loss pada Rp9200," ucap Cheril dihubungi Kamis (4/4/2024).

Selain INKP, Cheril juga memilih saham sektor minyak, karena pihaknya melihat harga minyak mentah berpotensi menembus US$90 per barel tahun ini seiring gangguan suplai akibat perang. 

Mega Capital Sekuritas memberikan rekomendasi buy terhadap saham AKRA dengan TP Rp1.900, dan stop loss pada Rp1.700. Mega Capital Sekuritas memilih saham AKRA karena emiten pengelola jaringan pom bensin BP ini memiliki bisnis bahan kimia yang permintaannya tengah meningkat.

"Kami pilih AKRA daripada MEDC karena AKRA lebih berkorelasi besar sama harga minyak. MEDC terpengaruh dengan kinerja AMMN," tutur Cheril. 

Kinerja saham-saham dalam indeks SMC Liquid per 3 April 2024

 

Emiten Harga Saham Perubahan YTD Bobot
ESSA 7.000 35,85% 1,48%
MEDC 955 34,63% 2,06%
ACES 282 32,64% 1,55%
BUKA 1.775 31,94% 2,70%
DSNG 1.645 28,83% 0,50%
BTPS 775 26,33% 1,02%
CMRY 2.180 25,94% 1,67%
BNGA 550 22,71% 0,83%
SIDO 1.465 21,90% 0,94%
PGAS 1.260 20,80% 3,27%
MAPA 1.760 20,73% 2,31%
AKRA 2.080 20,34% 3,29%
PTBA 960 19,67% 2,73%
INKP 1.245 18,92% 4,20%
SILO 147 18,81% 1,25%
BBTN 5.050 17,20% 1,98%
EXCL 1.260 13,50% 2,83%
JSMR 1.030 13,45% 2,82%
HRUM 715 10,11% 0,82%
AVIA 424 10% 1,61%
CTRA 440 7,69% 2,85%
INCO 720 5,57% 2,29%
ITMG 2.270 5,17% 2,87%
BFIN 19.550 4,56% 2,05%
PTPP 1.185 4,21% 0,35%
MAPI 1.470 3,91% 4,31%
ERAA 4.070 3,29% 0,80%
INDY 1.465 2,09% 0,69%
JPFA 9.900 1,69% 1,51%
AALI 8.700 -0,36% 0,75%
BIRD 26.975 -1,68% 0,41%
ASSA 1.200 -1,90% 0,39%
ANTM 5.525 -3,52% 3,59%
GGRM 1.770 -3,81% 1,83%
MIKA 990 -5,26% 3,51%
INTP 1.860 -7,45% 3,88%
PWON 1.555 -7,49% 1,73%
AUTO 394 -7,63% 0,62%
MIDI 2.700 -8,37% 0,62%
ADHI 330 -9,62% 0,24%
SMRA 1.365 -10,43% 1,40%
TBIG 3.840 -10,53% 1,26%
SMGR 2.920 -10,94% 5,58%
BSDE 446 -11,11% 1,95%
LPPF 420 -11,50% 0,63%
SRTG 135 -11,89% 0,62%
TOWR 640 -13,64% 5,43%
MNCN 2.590 -14,51% 0,86%
HEAL 5.700 -20,47% 3,45%
SCMA 515 -20,59% 0,79%
DRMA 1.445 -27,46% 0,32%
EMTK 1.870 -28,14% 2,20%
PRDA 855 -28,89% 0,38%

Sumber: BEI, diolah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper