Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wall Street Naik Lagi, Pasar Saham Bullish Berkat The Fed

Wall Street naik lagi karena menguatnya spekulasi penurunan suku bunga The Fed di tahun 2024 mendukung harga saham.
Wall Street naik lagi karena menguatnya spekulasi penurunan suku bunga The Fed di tahun 2024 mendukung harga saham. Bloomberg/Michael Nagle
Wall Street naik lagi karena menguatnya spekulasi penurunan suku bunga The Fed di tahun 2024 mendukung harga saham. Bloomberg/Michael Nagle

Bisnis.com, JAKARTA - Wall Street cenderung naik pada perdagangan Kamis (28/12/2023) karena proyeksi penurunan suku bunga Federal Reserve memberikan sentimen positif bagi pasar saham.

Dow Jones Industrial Average naik 53,58 poin atau 0,14%, menjadi 37.710,10, S&P 500 naik 1,77 poin atau 0,04% menjadi 4.783,35, dan Nasdaq Composite terkoreksi 4,04 poin atau 0,03% menjadi 15.095,14.

Di antara 11 sektor utama S&P 500, sektor utilitas mempunyai persentase kenaikan terbesar. Saham-saham energi mengalami penurunan terbesar, terbebani oleh merosotnya harga minyak mentah.

Mengutip Reuters, Wall Street melayang lebih tinggi dalam perdagangan sepi pada hari Kamis, karena menguatnya spekulasi penurunan suku bunga di tahun 2024 mendukung harga saham. Pelaku pasar mengamati potensi konfirmasi pasar yang bullish.

Saham Apple dan Microsoft di antara saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga sempat memberikan dorongan paling besar. Ketiga indeks Wall Street tetap berada pada jalur kenaikan bulanan, triwulanan, dan tahunan.

"Ini adalah salah satu reli akhir tahun terbaik yang pernah kami lihat dan sebagian besar reli ini terjadi sebelum The Fed melakukan pivot pada pertengahan Desember. Ini adalah pengingat yang bagus tentang seberapa jauh kita telah melangkah keluar dari kondisi pasar yang bearish tahun lalu," kata Ryan Detrick, kepala strategi pasar di Carson Group di Omaha.

S&P 500 terus mengintai di bawah rekor penutupan tertingginya di 4.796,56 yang dicapai pada 3 Januari 2022. Indeks terakhir berada 0,1% di bawah level tersebut.

Jika S&P 500 mencapai rekor penutupan baru, hal ini mengonfirmasi bahwa indeks penentu arah memasuki pasar bullish ketika mencapai penutupan palung pasar bearish pada Oktober 2022.

“Mencapai level tertinggi baru setelah dua tahun bisa menjadi pertanda halus bahwa kekuatan ekonomi akan terjadi pada tahun 2024,” kata Detrick.

Data yang dirilis pada pagi hari, termasuk klaim pengangguran, penjualan rumah yang tertunda, dan perdagangan/persediaan awal, semuanya memberikan gambaran perekonomian yang melemah, tetapi masih solid.

Skenario ini telah membantu memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve AS mungkin akan memangkas suku bunga kebijakannya lebih cepat dari perkiraan dan dapat melakukan soft landing dengan menghindari resesi.

Sekilas, pasar keuangan memperkirakan kemungkinan 74,1% pembuat kebijakan akan memangkas suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada bulan Maret, menurut alat FedWatch CME.

Saham-saham perusahaan-perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS, termasuk Alibaba Holdings, PDD Holdings dan JD.Com Inc menguat antara 1,1% dan 2,8% karena saham-saham blue-chip Tiongkok menunjukkan lonjakan terbesarnya dalam lima bulan.

CytoSorbents turun 38,7% setelah perangkat perusahaan yang bertujuan mengurangi pendarahan selama operasi gagal memenuhi tujuan utama sebuah penelitian.

Boeing turun 0,8% setelah pembuat pesawat tersebut mendesak maskapai penerbangan untuk memeriksa pesawat 737 MAX yang lebih baru untuk kemungkinan adanya baut yang longgar pada sistem kontrol kemudi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Sumber : Reuters, Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper