Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tanggapan XL Axiata (EXCL) soal Starlink Boleh Jualan Langsung ke Konsumen

XL Axiata (EXCL) berharap pemerintah dapat menerapkan regulasi yang seimbang jika Starlink diperbolehkan menjual produknya ke konsumen secara langsung.
Karyawan melayani pelanggan di salah satu XL Center di Jakarta, Minggu (30/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melayani pelanggan di salah satu XL Center di Jakarta, Minggu (30/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten telekomunikasi PT XL Axiata Tbk. (EXCL) memberikan tanggapannya mengenai pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi yang mengatakan Starlink dapat memberikan layanan langsung ke konsumen ritel.

Group Head Corporate Communications XL Axiata Retno Wulan mengatakan kehadiran Starlink yang merupakan satelit orbit rendah milik Elon Musk ini bisa memberikan pilihan ketersediaan teknologi yang mendukung operator untuk menyediakan layanan internet kecepatan tinggi. Internet kecepatan tinggi ini khususnya untuk wilayah-wilayah pelosok atau untuk penyediaan backhaul.

"Namun, bilamana kegiatan operasionalnya untuk menyediakan layanan internet secara langsung ke pelanggan atau masyarakat, tentunya diperlukan penerapan regulasi yang seimbang," kata Wulan kepada Bisnis, Rabu (13/9/2023).

Dia melanjutkan, penerapan regulasi yang seimbang dari pemerintah ini dibutuhkan sehingga bisa tercipta playing field yang sama antara Starlink dengan operator telekomunikasi yang ada.

Sebelumnya, CEO EXCL Dian Siswarini sempat mengungkapkan kekhawatirannya atas nasib industri telekomunikasi jika Starlink beroperasi di Indonesia.

Menurutnya, pangsa pasar operator seluler Indonesia dapat dengan mudah dilibas Starlink jika pemerintah tidak memberikan proteksi pada operator seluler Tanah Air.

"Kalau Elon Musk muncul, sudah masuk ke sini [Indonesia] dan kita tidak mendapatkan playfield yang sama. Wah, itu mungkin bisa dibabat habis," tutur Dian belum lama ini.

Sebagaimana diketahui, model bisnis Starlink awalnya merupakan Business to Business (B2B). Starlink tercatat telah bekerja sama dengan anak usaha Telkom, yakni Telkomsat.

Akan tetapi, pernyataan Menkominfo Budi Arie Setiadi pada Selasa kemarin (12/9/2023) di DPR mengubah hal tersebut. Budi menuturkan Starlink dapat memberikan layanan langsung ke ritel, yang artinya tidak hanya sekedar B2B.

Budi melanjutkan operator telekomunikasi seperti EXCL, Telkom, hingga Indosat tidak perlu khawatir mengenai hal ini karena pemerintah akan menerapkan tingkat persaingan yang adil.

Lebih lanjut, Budi menuturkan pemerintah akan membuka diri pada industri manapun yang ingin membuat usaha di Indonesia. Hal ini menurutnya karena semakin banyak jenis operator telekomunikasi, masyarakat akan semakin diuntungkan karena mempunyai lebih banyak pilihan untuk mengakses internet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper