Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Potensi MIND ID Kendalikan 51 Persen Saham Vale (INCO), Wamen BUMN Pahala: Sulit

Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury mengatakan pihaknya masih melakukan proses negosiasi dengan holding industri pertambangan tersebut.
Truk listrik PT Vale Indonesia Tbk. (INCO)
Truk listrik PT Vale Indonesia Tbk. (INCO)

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menilai potensi pengelolaan saham mayoritas dalam rangka divestasi PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) ke MIND ID di atas 51 persen terbilang sulit. 

Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury mengatakan pihaknya masih melakukan proses negosiasi dengan holding industri pertambangan tersebut, termasuk mengenai jumlah saham yang akan dilepas INCO. 

Adapun, INCO sempat membuka peluang penawaran porsi divestasi saham lebih dari 11 persen kepada MIND ID. Namun, Vale Canada Limited (VCL) tetap ingin menjaga statusnya sebagai pengendali saham INCO.

"Itu [porsi divestasi 11 persen] nanti kita lagi bicara dengan mereka, belum bisa dijawab sekarang. Kalau 51 persen rasa-rasanya sulit tapi kita akan bicara jumlahnya berapa," kata Pahala kepada wartawan, Senin (3/7/2023). 

Saat ini, MIND ID memiliki 20 persen saham INCO. Awalnya, pemerintah bersama dengan INCO berpendapat sisa saham yang mesti dilepas perusahaan multinasional asal Brasil itu hanya 11 persen.

Pertimbangannya, INCO telah melepas saham untuk entitas domestik sebanyak dua kali masing-masing dengan porsi 20 persen. Jika disetujui 11 persen, maka MIND ID akan mengendalikan 21 persen saham INCO.

Di sisi lain, terdapat syarat perpanjangan kontrak dengan minimal saham divestasi mencapai 51 persen. Dalam hal ini, Pahala menyebut angka tersebut sulit untuk digapai MIND ID. Meski tetap, dia berharap MIND ID dapat menjadi pemegang saham pengendali. 

Berdasarkan pemberitaan Bisnis sebelumnya, pada 1988, INCO menawarkan saham kepada pemerintah Indonesia sebesar 20 persen dari total sahamnya untuk memenuhi persyaratan divestasi. 

Penawaran saham ke pasar domestik itu menjadi amanat dari Surat Keputusan Direktorat Tambang No.1657/251/DJP/1989 tanggal 23 Agustus 1989, sebagai syarat pemenuhan kewajiban divestasi kepada pihak Indonesia. 

Hanya saja, pemerintah Indonesia serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat itu tidak ada yang menanggapi penawaran saham tersebut. 

Hasilnya, 20 persen saham itu seluruhnya dilepas ke publik yang tidak langsung digenggam perusahaan pelat merah atau negara yang belakangan jadi pangkal persoalan.  

Selanjutnya pada 2020, INCO sekali lagi melepas 20 persen saham ke pihak Indonesia yang kali ini disambut oleh Mining Industry Indonesia (MIND ID). 

Saat itu, Vale Canada Limited (VCL) melepas sahamnya sebesar 14,9 persen dan Sumitomo Metal Mining Co. Ltd. (SMM) sebesar 5,1 persen seharga Rp2.780 per lembar saham atau senilai total Rp5,52 triliun. 

Dengan selesainya transaksi tersebut, kepemilikan saham di INCO berubah menjadi VCL 44,3 persen, MIND ID 20 persen, SMM 15 persen, dan publik 20,7 persen. Adapun, VCL dimiliki 100 persen oleh Vale SA. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper