Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IDXINFRA Terkoreksi 2,09 Persen Semester I/2023, Simak Saham Pilihan MNC Sekuritas

Emiten sektor infrastruktur yang tergabung dalam indeks IDXINFRA alami koreksi 2,09 persen semester I/2023. Simak pilihan saham dari MNC Sekuritas.
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHS) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/10/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHS) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/10/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten sektor infrastruktur yang tergabung dalam indeks sektoral IDXINFRA mengalami koreksi 2,09 persen hingga semester I/2023. MNC Sekuritas merekomendasikan saham JSMR, PTPP, TOWR, dan MTEL untuk jangka pendek.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IDXINFRA mengalami koreksi hingga 2,09 persen pada semester I/2023. Adapun IDXINFRA ditutup terkoreksi 0,02 persen atau 0,19 poin ke level 850,5 pada perdagangan Selasa (27/6/2023).

Koreksi yang dialami oleh IDXINFRA pun tercatat tidak lebih dalam dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami koreksi 2,76 persen sepanjang semester I/2023.

IHSG ditutup melemah 0,04 persen sehingga parkir di 6.661,88 pada perdagangan hari terakhir semester I/2023, yakni Selasa (27/6/2023). IHSG sempat mencapai posisi tertinggi di 6.679,62 dan terendah di 6.652,90 sepanjang sesi perdagangan.

Sebanyak 260 saham ditutup parkir di zona hijau, 270 saham melemah, dan 215 saham lainnya ditutup di posisi yang sama dengan harga kemarin.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan secara teknikal IDXINFRA masih rawan mengalami koreksi untuk menguji rentang 837-843. Proyeksi ini dengan catatan IDXINFRA belum mampu menembus resistance di level 862.

“Secara teknikal kami masih melihat adanya rawan koreksi terlebih dahulu untuk menguji rentang area 837-843 dengan catatan IDXINFRA belum mampu menembus resistance di 862,” ujar Herditya kepada Bisnis, Sabtu (1/7/2023).

Adapun untuk jangka pendek MNC Sekuritas memberikan rekomendasi Buy on Weakness (BoW) untuk beberapa saham. Diantaranya adalah JSMR di rentang Rp3.900-Rp4.000, PTPP Rp620-Rp670, TOWR Rp1.100-Rp1.120, dan MTEL Rp700-Rp730.

Berdasarkan data Bloomberg, anak usaha Telkom, yakni PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) tercatat membebani sektor infrastruktur hingga 63,41 persen. Sepanjang semester I/2023, saham MTEL mengalami koreksi hingga 14,22 persen dan parkir di harga Rp665.

Berikutnya terdapat emiten BUMN karya PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) yang menekan sektor infrastruktur hingga 62,45 persen. Saham WSKT juga mengalami koreksi hingga 43,89 persen dan berada di level Rp202 pada akhir perdagangan semester I/2023.

Selanjutnya, terdapat emiten BUMN karya lainnya, yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) yang menekan sektor infrastruktur hingga 52,60 persen. Saham WIKA tercatat terkoreksi hingga 36,88 persen dan berada di level Rp505.

Saham lainnya yang memberatkan sektor infrastruktur adalah PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) yang memberatkan sektor infrastruktur hingga 48,95 persen. Kemudian terdapat Kemudian terdapat emiten milik Jusuf Hamka, yakni PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP) yang membebani hingga 46,24 persen sektor infrastruktur.

Saham-saham lainnya yang menekan sektor infrastruktur hingga lebih dari 10 persen adalah FREN, EXCL, PTPP, dan MORA. Masing-masing menekan hingga 27,20 persen, 26,52 persen, 19,12 persen, dan 13,27 persen.

Di satu sisi, PT Indosat Tbk. (ISAT) menjadi saham yang menopang sektor infrastruktur hingga 167,10 persen. Saham ISAT pun terpantau melesat 44,33 persen ke level Rp8.625 pada semester I/2023.

Selanjutnya terdapat emiten BUMN yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) yang menopang sektor infrastruktur hingga 110,12 persen. Saham JSMR menguat 30,34 persen ke level Rp3.800 pada semester I/2023.

Saham lainnya yang menopang sektor infrastruktur lebih dari 10 persen antara lain TLKM, SSIA, dan POWR. Masing-masing menopang hingga 45,30 persen, 38,66 persen, dan 10,43 persen.

____

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper