Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Berpotensi Naik Akhir Semester I/2023, 2 Sekuritas Jagokan Saham Berikut

IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatan menguji level 6.680 pada perdagangan akhir semester I/2023.
IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatan menguji level 6.680 pada perdagangan akhir semester I/2023. Bisnis/Arief Hermawan P
IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatan menguji level 6.680 pada perdagangan akhir semester I/2023. Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan penguatan menguji level 6.680 pada perdagangan hari ini, Selasa (27/6/2023). 

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan IHSG berpotensi lanjutkan rebound dan menguji pivot 6680 di hari terakhir perdagangan pekan ini (27/6/2023). Rebound Senin mendorong terbentuknya penyempitan negatif slope di oversold area pada Stochastic RSI. 

“Hal ini membuka peluang rebound lanjutan,” katanya dalam riset harian. 

Meski demikian, terdapat beberapa faktor yang mungkin menahan pergerakan IHSG. Salah satunya adalah antisipasi terhadap pidato European Central Bank (ECB) President, Christine Lagarde dan Kepala The Fed, Jerome Powell di pekan ini. 

Dari regional, pelaku pasar juga mengantisipasi rilis China NBS Manufacturing PMI. Aktivitas manufaktur di Tiongkok diperkirakan masih tertahan pada kondisi kontraksi di Juni 2023.

“Dengan demikian, jangan terlalu agresif melakukan akumulasi beli di Selasa. Investor dapat perhatikan potensi rebound pada BBRI, BMRI, ASII, GGRM, TLKM, ANTM dan EXCL,” lanjutnya. 

Sementara itu, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Mino menjelaskan peluang market pada minggu ini, mengimbau trader memerhatikan sentimen domestik (pendeknya hari bursa, pertumbuhan jumlah uang beredar dan ex date dividen PTBA) dan sentimen eksternal yakni perkembangan harga komoditas.

Terkait pertumbuhan jumlah uang beredar, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tetap tumbuh positif. Posisi M2 pada April tumbuh 5,50 persen yoy setelah sebelumnya tumbuh 6,20 persen yoy. 

Perkembangan tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit/M1 sebesar 3,4 persen yoy. Perkembangan M2 April terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit yang tumbuh 8,0 persen yoy.

Dihadapkan pada data-data dan sentimen di atas Indo Premier merekomendasikan 6 saham untuk trading yakni BBTN (support: 1.270, resistance: 1.380), ARTO (support:2.770, resistance: 3.330), ICBP (support: 11.000, resistance: 11.450), INDF (support: 7200, resistance: 7.425), ACES (support: 630, resistance: 700) dan AKRA (support: 1.450, resistance: 1.550).

____

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper