Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BPS Rilis Data Inflasi Januari 2023, Ini Proyeksi BI dan Ekonom

Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data inflasi Januari 2023 pada hari ini, Rabu (1/2/2023). Simak proyeksi dari Bank Indonesia (BI) dan ekonom.
Pedagang beraktivitas di salah satu pasar tradisional di Jakarta, Selasa (25/10). Bank Indonesia (BI) dalam Survei Pemantauan Harga (SPH) memperkirakan tingkat inflasi hingga minggu ketiga Oktober 2022 mencapai 0,05% secara bulanan (month-to-month/mtm). JIBI/Bisnis/Abdurachmanrn
Pedagang beraktivitas di salah satu pasar tradisional di Jakarta, Selasa (25/10). Bank Indonesia (BI) dalam Survei Pemantauan Harga (SPH) memperkirakan tingkat inflasi hingga minggu ketiga Oktober 2022 mencapai 0,05% secara bulanan (month-to-month/mtm). JIBI/Bisnis/Abdurachmanrn

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data inflasi Januari 2023 pada siang ini, pukul 11.00 WIB, Kamis (1/12/2022). Inflasi Januari bakal naik atau turun?

Seperti diketahui, BPS merilis beberapa data penting setiap awal bulan. Salah satunya indikator inflasi atau indeks harga konsumen (IHK) di Indonesia. 

BPS mencatat inflasi Indonesia pada Desember 2022 mencapai 0,66 persen pada Desember 2022 (month-to-month/mtm). Inflasi terjadi akibat imbas perayaan Natal dan Tahun Baru 2023.  Capaian tersebut membuat laju inflasi secara tahunan sudah menembus persen 5,51 persen (year-on-year/yoy).

Lantas, bagaimana laju inflasi pada Januari 2023? Berikut proyeksi dari Bank Indonesia (BI) dan para ekonom. 

Proyeksi Inflasi Januari 2023

1. Bank Indonesia (BI)

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi Januari 2022 hingga pekan keempat mencapai 0,39 persen mtm.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyampaikan bahwa komoditas utama penyumbang inflasi Januari 2023 hingga minggu keempat yaitu bawang merah, cabai rawit masing-masing sebesar 0,06 persen mtm, cabai merah, beras masing-masing sebesar 0,05 persen mtm.

Selain itu, beberapa komoditas penyumbang inflasi lainnya yaitu rokok kretek filter 0,04 persen mtm, emas perhiasan 0,03 persen mtm, bawang putih 0,02 persen mtm, tahu mentah, kangkung, nasi dengan lauk, rokok kretek, dan tarif air minum PAM masing-masing sebesar 0,01 persen mtm. 

Sementara itu, sejumlah komoditas yang menyumbang deflasi pada periode ini yaitu bensin, angkutan udara masing-masing sebesar 0,06 persen mtm, telur ayam ras 0,03 persen mtm, serta daging ayam ras dan tomat sebesar 0,01 persen mtm. 

2. Bank Mandiri 

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Januari 2023 mencapai 0,42 persen secara bulanan (mtm), lebih rendah dari inflasi pada Desember 2022 yang mencapai 0,66 persen mtm.

Dia mengatakan, penyumbang inflasi pada Januari 2022 terutama dipicu oleh inflasi pangan, di tengah kenaikan harga beras dan beberapa tanaman hortikultura.

“Apalagi, harga emas terpantau naik di tengah meningkatnya risiko perlambatan ekonomi global. Komoditas yang diperkirakan mampu menekan inflasi adalah harga BBM akibat penurunan harga Pertamax dan tarif angkutan udara yang cenderung turun,” katanya, Minggu (29/1/2023).

Secara tahunan, inflasi pada Januari 2023 diperkirkan mencapai 5,36 persen (yoy), juga melandai dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5,51 persen yoy.

Sejalan dengan itu, Faisal memperkirakan inflasi inti terus menguat menjadi 3,39 persen yoy, naik dari bulan sebelumnya 3,36 persen, seiring dengan pencabutan PPKM yang akan mendorong peningkatan permintaan.

 

3. Bank Permata 

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan tingkat inflasi pada Januari 2023 akan mencapai 0,46 persen secara bulanan (mtm).

Secara tahunan, inflasi pada periode tersebut diperkirakan mencapai 5,4 persen (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 5,51 persen yoy.

Menurut Josua, perkembangan inflasi pada Januari didorong oleh inflasi komponen inti dan inflasi harga bergejolak atau volatile food.

“Inflasi inti diperkirakan berkisar 3,23 persen yoy dipengaruhi oleh kenaikan harga emas sekitar 3 persen mtm sepanjang Januari,” katanya kepada Bisnis, Selasa (31/1/2023).

Sementara itu, dia memperkirakan inflasi harga bergejolak dipengaruhi oleh kenaikan harga pangan seperti beras sebesar 2 persen, bawang merah 5,4 persen, bawang putih 4,4 persen, cabai merah 6,5 persen, cabai rawit 9,9 persen, dan minyak goreng 0,7 persen mtm. 

Josua juga memperkirakan laju inflasi hingga akhir tahun akan cenderung melandai, sejalan dengan isasi dampak kenaikan harga BBM serta upaya BI untuk menjangkar ekspektasi inflasi dengan kenaikan suku bunga acuan BI sejak semester II/2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper