Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emiten Pupuk Jual Aset Rp275 Miliar, Melampaui Jumlah Market Cap

Emiten produsen pupuk PT Nusa Palapa Gemilang Tbk. (NPGF) berencana untuk menjual aset yang dimilikinya.
Seorang petani sedang menabur pupuk./Getty  Image
Seorang petani sedang menabur pupuk./Getty Image

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten produsen pupuk PT Nusa Palapa Gemilang Tbk. (NPGF) berencana untuk menjual aset yang dimilikinya. Nilai aset yang ditransaksikan tersebut mencapai Rp275 miliar atau lebih besar daripada nilai kapitalisasi pasar NPGF yang hanya sebesar Rp162 miliar.

Aset yang bakal dijual mencakup tanah, bangunan beserta mesin dan peralatan yang terletak di atasnya, dengan luas tanah 24.513 m2 yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur. Transaksi penjualan ini melibatkan PT Abadi Agrosindo Persada, suatu perseroan terbatas yang berkedudukan di Jakarta Selatan.

“Rencana transaksi akan dilaksanakan dengan nilai sebesar Rp275 miliar yang merupakan 135,80 persen dari ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Juli 2022,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi yang dipublikasi Rabu (4/1/2022).

Transaksi ini termasuk dalam transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf d butir 1 POJK 17/2020. NPGF harus mengantongi persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS) sebelum melaksanakan penjualan aset.

Manajemen menjelaskan penjualan aset dilakukan menyusul krisis ekonomi dan ketidakpastian global sebagai imbas dari pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama dua tahun. Kondisi ini diperburuk dengan invasi Rusia ke Ukraina yang berimbas pada kenaikan berbagai macam komoditas.

Peningkatan harga barang dan jasa terjadi pada hampir seluruh sektor, tidak terkecuali harga bahan baku pupuk yang sebagian besar berasal dari luar negeri, termasuk dari negara yang sedang berkonflik.

“Kondisi ini mengganggu pasokan bahan baku perusahaan akibat peningkatan harga bahan baku pupuk yang sangat signifikan mencapai 300 persen sampai 400 persen,” tulis NPGF. 

Selain itu, modal kerja NPGF terus tergerus akibat pembelian bahan baku impor sehingga produksi pupuk mengalami penurunan secara drastis yang berdampak pada penurunan pendapatan perusahaan yang sangat tajam.

“Perlu disampaikan bahwa perusahaan selama ini telah melakukan upaya untuk menghadapi tantangan tersebut dengan cara mencari tambahan modal kerja baik melalui perbankan, pasar modal dan lain sebagainya tetapi upaya tersebut belum membuahkan hasil bagi tercukupinya modal kerja perusahaan akibat kenaikan harga bahan baku tersebut,” kata Nusa Palapa.

Oleh sebab itu, sejumlah upaya telah diambil oleh manajemen untuk menyehatkan NPGF, termasuk melalui penjualan aset yang nilainya sangat material dan berpotensi mempengaruhi fluktuasi harga saham NPGF di pasar saham.

Hasil dari upaya tersebut akan digunakan untuk membayar hutang-hutang dan melakukan peninjauan kembali unit bisnis yang kurang menguntungkan seperti mesin produksi Steam Granulation.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper