Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Mau Gelar Public Expose, GoTo Eksplorasi Rencana Private Placement

Pelaksanaan private placement masih dalam kajian perseroan, dengan mempertimbangkan kondisi makroekonomi, kondisi pasar modal, dan kebutuhan perseroan.
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 07 Desember 2022  |  15:32 WIB
Mau Gelar Public Expose, GoTo Eksplorasi Rencana Private Placement
CEO Grup GoTo Andre Soelistyo dalam acara paparan publik IPO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo), Selasa (15/3 - 2022).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menegaskan masih menjajaki rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD atau private placement dengan mempertimbangkan kondisi pasar.

Hal itu terungkap dalam dokumen presentasi GoTo yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia) pada Rabu ini (7/12/2022) guna melaksanakan Paparan Publik Insidentil (Incidental Public Expose) pada Kamis besok (8/12/2022) pukul 14.00-15/30 WIB, secara online di Jakarta, dengan alamat pendaftaran investor melalui link ini http://bit.ly/PubexGoto.

“Waktu pelaksanaan [private placement] masih dalam kajian perseroan, dengan mempertimbangkan kondisi makroekonomi, kondisi pasar modal, dan kebutuhan perseroan,” tulis manajemen GoTo, dikutip dari dokumen resmi di BEI.

Perseroan sebelumnya sudah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk menerbitkan saham baru dalam rangka PMTHMETD ini.  Jumlah maksimum saham yang dapat diterbitkan yakni mencapai 118,43 miliar saham atau tepatnya 118.436.392.950 (10% dari modal ditempatkan dan disetor).

Persetujuan diberikan saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 28 Juni 2022. Dalam keterbukaan informasi 28 Juni lalu, manajemen GoTo sudah menyampaikan bahwa aksi private placement tersebut memang dilaksanakan dalam 1 tahun sejak tanggal persetujuan. Artinya GoTo wajib melakukan aksi korporasi tersebut sebelum 28 Juni 2023.

Direktur Utama GoTo Group Andre Soelistyo mengatakan perseroan akan terus menjalankan bisnis dengan memperhatikan kepentingan seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan di dalam ekosistem GOTO.

“Kami bersyukur telah menyelenggarakan RUPST pertama GoTo sebagai perusahaan terbuka dengan baik. Kami akan terus menjalankan bisnis dengan memperhatikan kepentingan seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan di dalam ekosistem kami," kata Andre saat itu, Selasa (28/6/2022).

Para pemegang saham juga menyetujui rencana perusahaan untuk melakukan private placement sebanyak-banyaknya 10%, dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan, untuk dilaksanakan dalam satu tahun sejak tanggal persetujuan.

Kinerja

Secara performa bisnis, khusus periode Q3-2022, rugi EBITDA yang disesuaikan turun 10% menjadi Rp 3,7 triliun, dibandingkan dengan rugi kuartal II-2022 sebesar Rp4,1 triliun.

Dengan demikian GoTo membukukan perbaikan pada rugi EBITDA yang disesuaikan sebanyak tiga kuartal berturut-turut. Jumlah ini setara dengan penurunan rugi EBITDA yang disesuaikan sebesar 11% dibandingkan dengan rugi EBITDA yang disesuaikan senilai Rp 4,2 triliun pada  kuartal yang sama di tahun sebelumnya.

Adapun selama 9 bulan tahun ini, GTV GoTo mencapai Rp 451,47 triliun dari periode yang sama tahun tahun lalu Rp 324,94 triliu (proforma), naik 38,94%, sedangkan pendapatan kotor juga naik 42,01% menjadi Rp 16,63 triliun dari sebelumnya Rp 11,71 triliun (proforma).

Tiga lini utama bisnis GoTo yakni Gojek, Tokopedia, dan GTF juga membukukan kinerja impresif di 3 bulan hingga September 2022. Layanan on-demand via Gojek mencatatkan GTV sebesar Rp 15,7 triliun naik 24% yoy, sementara pendapatan bruto Gojek Rp 3,5 triliun, naik 31% yoy. Nilai GTV dari layanan e-commerce lewat Tokopedia naik 15% yoy menjadi Rp 69,9 triliun, dan pendapatan bruto juga tumbuh 27% yoy menjadi Rp 2,2 triliun.

Sementara itu GTV dari lini teknologi keuangan atau financial technology (fintech) melalui GTF (termasuk di dalamnya Gopay) mencapai Rp 97,1 triliun, melesat 78% yoy, dan pendapatan bruto nik 48% yoy menjadi Rp 400 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

GoTo Gojek Tokopedia bei ebitda
Editor : Media Digital
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top