Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

KA Argo Parahyangan Dipastikan Tetap Operasi Walau ada Kereta Cepat

Kementerian BUMN mengungkapkan tidak ada rencana penghentian kereta Argo Parahyangan guna memberikan 'jalan mulus' bagi Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 06 Desember 2022  |  17:00 WIB
KA Argo Parahyangan Dipastikan Tetap Operasi Walau ada Kereta Cepat
Suasana gerbong kereta Argo Parahyangan jurusan Gambir - Bandung terlihat kosong dari penumpang di Stasiun gambir, Jakarta, Jumat (27/3). Bisnis - Dedi Gunawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian BUMN mengungkapkan tidak ada rencana penghentian kereta Argo Parahyangan guna memberikan 'jalan mulus' bagi Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) beroperasi.

Staf Khusus Menteri BUMN III Arya Sinulingga menerangkan saat ini opsi terkait kereta Argo Parahyangan jurusan Jakarta-Bandung masih dikerjakan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Namun, pemerintah tidak akan serta merta menghapus KA Argo Parahyangan demi KCJB.

"Argo Parahyangan itu harga eksekutifnya Rp150.000--Rp170.000. Orang akan bandingkan dengan kereta cepat Rp250.000 ditambah feeder beberapa, membandingkan yang sampai dalam 1 jam dan yang satu sampai dalam 3 jam," terangnya dalam agenda Silaturahmi dengan media, Selasa (6/12/2022).

Dia menegaskan kereta kelas ekonomi di Argo Parahyangan masih bisa tetap beroperasi dan masih menjadi bahan pertimbangan pemerintah.

"Kawan di Kemenhub yang urus izin itu, untuk rakyat ekonomi pasti tetap ada. Disesuaikan kelasnya saja, tidak mungkin mengabaikan rakyat bawah, tidak mungkin transportasi rakyat bawah dihapuskan," terangnya.

Arya menegaskan masyarakat menengah ke atas akan menilai perjalanan Bandung-Jakarta yang dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 1 jam akan menjadi pertimbangan yang baik dengan harga yang lebih tinggi sedikit.

Dia menerangkan tujuan dari KCJB yakni menciptakan wilayah Jakarta dan Bandung sebagai komuter baru layaknya Jabodetabek. Dengan begitu, masyarakat menengah ke atas dapat tinggal di Bandung tetapi tetap bekerja di Jakarta.

"Kalau kedua wilayah ini akan menjadi koridor commuter yang dihubungkan oleh kereta cepat, maka akan mengubah semua perilaku dan budaya mobilitas masyarakat Indonesia," terangnya.

Selain itu, penempatan stasiun kereta cepat di Tegalluar juga bertujuan mendorong pengembangan baru di wilayah tersebut.

Dengan kehadiran kereta cepat Jakarta-Bandung yang membuka koridor commuter antara kedua kota, maka masyarakat dapat melakukan mobilitas dalam waktu cepat. Masyarakat menengah ke atas dapat memilih tinggal di wilayah Purwakarta atau Padalarang dengan adanya KCJB ini.

"Selain itu kehadiran kereta cepat Jakarta-Bandung tentunya menimbulkan multiplier effect, terutama pertumbuhan ekonomi di kedua kota yang diperkirakan meningkat sangat signifikan," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kereta Cepat BUMN kementerian perhubungan bandung
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top