Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Live

Harga Emas Melonjak saat Dolar AS Tertekan Sentimen The Fed

Harga emas global menguat setelah pernyataan The Fed terkait prospek suku bunga membebani laju dolar AS.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 02 Desember 2022  |  15:06 WIB
Live
Harga Emas Melonjak saat Dolar AS Tertekan Sentimen The Fed
Harga emas global menguat setelah pernyataan The Fed terkait prospek suku bunga membebani laju dolar AS. - Pexels.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas melonjak pada akhir perdagangan Kamis (1/12/2022), berbalik menguat dari penurunan sehari sebelumnya, didukung oleh dolar AS yang lebih lemah setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan kenaikan suku bunga yang lebih lambat.

Pelemahan dolar AS membuat investor beralih ke aset aman lainnya, seperti emas. Hal itu membuat harga emas meningkat ke US$1.815.

Harga emas Comex kontrak Februari 2023 melonjak 55,3 poin atau 3,14 persen menjadi US$1.815,20 per ounce, menetap di level tertinggi sejak 12 Agustus setelah mencapai tertinggi sesi di 1.818,40 dan terendah di 1.782,90, mengutip Antara.

Dolar AS juga merosot pada Kamis (1/12/2022) setelah ukuran inflasi pilihan Federal Reserve melambat pada Oktober. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 1,15 persen menjadi 104,7300.

Data ekonomi yang dirilis Kamis (1/12/2022) beragam. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi AS meningkat 0,3 persen pada Oktober. Tidak termasuk makanan dan energi, indeks naik 0,2 persen, sedikit di bawah perkiraan.

Institute for Supply Management mengatakan indeks aktivitas manufaktur AS turun menjadi 49,0 pada November dari 50,2 pada Oktober, pembacaan terendah sejak Mei 2020 dan pertama kali sejak indeks turun di bawah 50, ambang batas yang memisahkan ekspansi dari kontraksi.

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pengeluaran konstruksi AS turun 0,3 persen pada Oktober setelah naik 0,1 persen pada September.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan 225.000 klaim pengangguran awal dalam pekan yang berakhir 26 November, turun 16.000 dari level revisi minggu sebelumnya.

Indeks manajer pembelian manufaktur S&P Global AS berada di 47,7 pada November, turun 2,7 poin indeks dari pembacaan Oktober. Angka tersebut menunjukkan penurunan paling tajam sejak Juni 2020.

Sebelumnya, Ketua The Fed mengatakan dalam sebuah pidato di Washington bahwa bank sentral kemungkinan akan memoderasi laju kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, karena mundur untuk mengamati dampak dari kenaikan tajam suku bunga terhadap ekonomi tahun ini.

Analis Monex Investindo Futures dalam publikasi risetnya menyampaikan harga emas berpeluang bergerak naik di tengah outlook melemahnya dolar AS dibalik pernyataan yang cenderung dovish dari Ketua The Fed Jerome Powell.

15:06 WIB

Harga emas bangkit kembali

Pukul 15.02 WIB, harga emas spot terkoreksi 0,14 persen ke US$1.800,54, sedangkan emas Comex naik 0,04 persen ke US$1.816 per troy ounce.

11:23 WIB

Harga emas global berbalik turun

Pukul 11.20 WIB, harga emas spot turun 0,36 persen ke US$1.796,68 per troy ounce.

Harga emas Comex kontrak Februari 2023 terkoreksi 0,22 persen menuju US$1.811,2 per troy ounce.

10:26 WIB

Harga emas Antam dan Pegadaian kompak naik

Harga emas Antam dan Pegadaian kompak naik, cek selengkapnya di sini.

Harga emas Antam

Harga emas Pegadaian


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini emas the fed jerome powell dolar as
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top