Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bahana TCW Meneropong Saham Berpotensi Multi Bagger Pada 2023

Pasar saham Indonesia dinilai masih memiliki prospek positif oleh Bahana TCW pada tahun depan meski sedang mengalami koreksi di akhir tahun 2022.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 30 November 2022  |  18:30 WIB
Bahana TCW Meneropong Saham Berpotensi Multi Bagger Pada 2023
Chief Economist & Direktur Investor Relations Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat menjawab pertanyaan redaksi disela-sela Bisnis Indonesia Leader's Day, di kantor Bisnis Indonesia, Jakarta, Selasa (5/9). - JIBI/Endang Muchtar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar saham Indonesia dinilai masih memiliki prospek positif oleh Bahana TCW pada tahun depan meski sedang mengalami koreksi di akhir tahun 2022.

Kepala Ekonom PT Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat menyebutkan pasar modal akan bergerak lebih dulu ketimbang sektor rill. Hal tersebut menyebabkan pasar saham di sejumlah bursa dunia, termasuk Indonesia, mengalami pelemahan jelang akhir tahun.

Ia menyebutkan investor menyoroti langkah The Fed terkait kelanjutan kenaikan suku bunga acuannya memasuki tahun 2023.

“Penurunan saat ini lebih ke regional rotation. Artinya, saat The Fed mengindikasikan kelanjutan pengetatan kebijakan moneternya investor akan mencari negara mana yang terpukul dengan sentimen ini," jelasnya dalam Media Brief Macro Economic Outlook Bahana TCW, Rabu (30/11/2022).

Lebih lanjut, sentimen lain yang akan mempengaruhi pasar saham Indonesia pada tahun depan adalah tensi geopolitik global. Budi mengatakan, pelaku pasar masih akan mencermati konflik Rusia – Ukraina yang tidak kunjung usai serta memanasnya hubungan politik AS dan China.

Adapun, katalis positif penopang prospek pasar saham pada 2023 adalah data - data perekonomian Indonesia yang cenderung positif.  Budi memaparkan surplus neraca dagang dan stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan menarik perhatian pasar ke Indonesia.

Sementara itu, Direktur PT Bahana TCW Investment Management Danica Adhitama menambahkan potensi pembukaan kembali kegiatan ekonomi di China juga dapat menopang pergerakan pasar saham Indonesia. Menurutnya, sentimen ini terutama akan berimbas positif terhadap perusahaan pada sektor minyak dan perdagangan (trade).

Bahana TCW merekomendasikan investor untuk mencermati sektor perbankan dan telekomunikasi. Danica mengatakan kedua sektor ini juga menjadi pilihan Bahana TCW dalam meracik portofolio produk reksa dananya.

“Kami memilih perbankan karena mereka akan menikmati efek positif dari pertumbuhan kredit di Indonesia dan adanya repricing neraca keuangan,” jelas Danica.

Bahana TCW juga merekomendasikan saham pada sektor komoditas seperti gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dan pertambangan logam. Danica mengatakan kedua sektor ini mendapatkan efek positif dari kebijakan hilirisasi industri pemerintah Indonesia.

Selanjutnya, Budi menambahkan investor juga dapat memperhatikan saham pada sektor properti terutama yang terkait dengan lahan industri. Sektor ini menarik dicermati karena adanya pergeseran dinamika pada sektor rantai pasok (supply chain) global.

“Saya lihat dari dinamika saat ini, yang sudah menikmati posisi sebagai alternatif dari China adalah Vietnam. Indonesia dengan infrastruktur pendukung yang lebih baik berpotensi dilirik pada segmen ini,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham perbankan telekomunikasi Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top