Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bursa Buka Gembok Saham Emiten Suami Puan Maharani (MINA)

Saham Sanurhasta Mitra (MINA) dapat diperdagangkan kembali di pasar reguler dan pasar tunai mulai perdagangan sesi I hari ini.
Karyawati mengamati pergerakan harga saham di kantor PT Mandiri Sekuritas di Jakarta, Rabu (9/11/2022). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati mengamati pergerakan harga saham di kantor PT Mandiri Sekuritas di Jakarta, Rabu (9/11/2022). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia membuka suspensi perdagangan saham PT Sanurhasta Mitra Tbk. (MINA) yang belum lama ini diakuisisi oleh suami Puan Maharani, yakni Hapsoro (Happy) Sukmonohadi.

Berdasarkan pengumuman di laman resmi BEI, saham MINA akan dapat diperdagangkan kembali di pasar reguler dan pasar tunai mulai perdagangan sesi I hari ini, Senin (28/11/2022).

"Mempertimbangkan telah dipenuhinya kewajiban perseroan, Bursa mencabut penghentian sementara perdagangan Efek PT Sanurhasta Mitra Tbk," jelas Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 BEI Vera Florida dalam pengumuman tersebut.

Adapun, saham MINA dihentikan sementara perdagangan sahamnya oleh bursa sejak 18 Juli 2022 lalu.

Sebelumnya, Hapsoro (Happy) Sukmonohadi melalui PT Basis Utama Prima (Basis Investments) membeli sejumlah 3 miliar saham dengan nilai Rp25 per saham. Artinya, Basis Investments menggelontorkan dana hingga Rp75 miliar demi mencaplok 45,71 persen saham MINA. Harga tersebut di bawah harga saham MINA saat ini yang mentok di batas terendah Rp50 alias gocap

MINA mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,58 miliar pada semester I/2022. Adapun MINA mencatatkan rugi bersih hingga Rp3,03 miliar. 

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2022, MINA mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp2,58 miliar atau meningkat 53,74 persen dari periode yang sama atau year-on-year (yoy). Pada tahun 2021, MINA membukukan pendapatan sebesar Rp1,68 miliar.

Pendapatan MINA terdiri dari jasa pondok wisata dan juga penjualan makanan serta minuman.

Secara rinci, jasa pondok wisata untuk kamar MINA meningkat 64,02 persen menjadi Rp2,14 miliar. Sementara jada pondok wisata kategori lain-lain tercatat meningkat 57,36 persen menjadi Rp27,15 juta. Kemudian untuk penjualan makanan dan minuman MINA mencatatkan peningkatan 16,11 persen menjadi Rp416,29 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper