Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Mampukah PTBA Berbagi Dividen Jumbo jika Akuisisi PLTU PLN Lanjut?

PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) melakukan akuisisi pada PLTU milik PLN. Analis BRI Danareksa memperkirakan akan menghambat dividen BUMN tambang itu.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 23 Oktober 2022  |  11:50 WIB
Mampukah PTBA Berbagi Dividen Jumbo jika Akuisisi PLTU PLN Lanjut?
Ismail Arsal, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk. (PTBA).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten batu bara pelat merah PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) melakukan akuisisi pada PLTU Pelabuhan Ratu milik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN). Analis BRI Danareksa memperkirakan akan rencana pembagian divien BUMN tambang itu akan terhambat.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan menyatakan perseroan akan membutuhkan modal yang besar untuk memuluskan rencana tersebut.

“Perhitungan kami, setelah masa depresiasi PLTU ini dan pembayaran utang dari awal proyek ini dimulai, PTBA akan membutuhkan capex sampai sekitar Rp7 triliun, dan berpotensi tidak dapat memenuhi ekspektasi dividen,” kata Analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan dalam riset, dikutip Minggu (23/10/2022).

BRI Danareksa mempertahankan rekomendasi beli untuk saham PTBA meskipun belum memasukkan langkah akuisisi tersebut dalam perkiraan dan penilaian analis.

“Kami percaya bahwa PTBA akan mendapat diskon dari rencana penonaktifan pabrik sebelumnya. kami melihat transaksi ini akan menciptakan sentimen negatif jangka pendek terhadap harga saham PTBA karena tidak mampu memenuhi ekspektasi dividen,” kata Hasan. 

Sementara itu, Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menegaskan akuisisi tidak akan mengganggu neraca keuangan. Arsal mengungkapkan usai penandatanganan Principal Framework Agreement ini, PTBA dan PLN akan melakukan proses due dilligence (uji tuntas) untuk progam early retirement PLTU tersebut.

Adapun perihal dana akusisi, Arsal meyakinkan bahwa BUMN tambang itu akan menggunakan pendanaan murah dengan skema Energy Transition Mechanism (ETM) yang disusun oleh Kementerian Keuangan.

“Skema ini merupakan pembiayaan campuran (blended finance) yang melibatkan para investor,” katanya.

Kendati demikian, sebelumnya sampai dengan Juni 2022 PTBA menyebut memiliki kas cukup besar senilai Rp11,1 triliun sehingga tetap bisa memenuhi kebutuhan untuk membagi dividen.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA Farida Thamrin mengatakan untuk dividen atau dividen interim menjadi ranah kuasa pemegang saham.

“Akan tetapi dengan kas yang cukup baik kami akan mensupport apa pun keputusan pemegang saham kepada kami dan kami akan menjaga dari sisi kinerja supaya bisa mencapai target laba yang lebih baik dibandingkan dengan 2021,” jelas Farida dalam paparan publik September lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bukit asam PLN rekomendasi saham BUMN
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top