Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Dibuka Terkoreksi, Saham BUMI, BBCA, BBRI Lesu

IHSG terkoreksi 0,15 persen atau 10,59 poin menjadi 7.116,91, di tengah tekanan sejumlah saham big caps.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 27 September 2022  |  09:04 WIB
IHSG Dibuka Terkoreksi, Saham BUMI, BBCA, BBRI Lesu
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (20/7/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka merosot di tengah penurunan bursa global. Saham BUMI, BBRI, BBCA turun pada awal perdagangan.

IHSG terkoreksi 0,15 persen atau 10,59 poin menjadi 7.116,91. Terpantau 139 saham naik, 129 saham turun, dan 234 saham stagnan.

Di jajaran saham terlaris pagi ini, saham BUMI anjlok 4,38 persen ke Rp131, saham BBRI turun 0,66 persen ke Rp4.510, dan saham BBCA turun 0,3 persen ke Rp8.400.

Direktur Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) Eri Kusnadi menjelaskan, pelemahan di pasar modal Indonesia saat ini lebih disebabkan oleh guncangan pada pasar global seiring dengan target kenaikan suku bunga di AS yang terus lebih tinggi dari asumsi sebelumnya.

Selain itu tekanan pada pasar obligasi Indonesia juga datang dari kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) pada pekan lalu. Tren kenaikan suku bunga BI juga diprediksi masih berlanjut hingga akhir tahun ini.

Di sisi lain, Eri mengatakan kondisi dalam negeri masih cukup mendukung dan kondusif. Hal tersebut dapat dilihat dari rilis data perekonomian dan pertumbuhan cukup baik. Kemudian, pasokan dolar AS dari komoditas juga terpantau optimal.

“Hal ini membuat penurunan obligasi dan saham sebenernya cukup terbatas dan masih dalam tingkatan wajar,” jelas Eri saat dihubungi, Senin (26/9/2022).

Ke depannya, Eri menuturkan investasi pada aset berisiko tinggi seperti saham, obligasi dan reksa dana terkait masih dapat dilakukan selama sesuai dengan profil risiko dan dalam jangka waktu yang sesuai.

Menurutnya, investor perlu mencermati sentimen – sentimen seperti rilis data ekonomi domestik seperti laporan keuangan emiten dan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2022 mendatang.

“Baik pasar saham maupun obligasi apabila ada koreksi dapat dilakukan investasi secara bertahap atau dollar cost averaging,” paparnya.

Sebelumnya, IHSG ditutup pada posisi 7.127,50 atau turun 0,71 persen pada Senin (26/9/2022). Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 7.039,24 - 7.178,50.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI bumi bbca bbri
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top