Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emiten Alumunium Maspion (ALMI) Diguyur Investor Kanada Rp223 Miliar

Investasi dari Sinobec Group dari Kanada akan dipakai Alumindo Light Metal Industry (ALMI) milik Maspion untuk modernisasi peralatan dan modal kerja.
CFO PT Alumindo Light Metal Industry Tbk. (ALMI) Alim Markus dalam penandatanganan investasi Sinobec Group ke ALMI, di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (31/8/2022).
CFO PT Alumindo Light Metal Industry Tbk. (ALMI) Alim Markus dalam penandatanganan investasi Sinobec Group ke ALMI, di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (31/8/2022).

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten produsen alumunium yang terafiliasi Grup Maspion, PT Alumindo Light Metal Industry Tbk. (ALMI) meraih investasi dari Sinobec Group, asal Kanada. Nilai investasi mencapai US$15 juta atau setara Rp223 miliar (kurs Jisdor BI Rp14.875 per US$).

Menurut Chief Financial Officer (CFO) ALMI Alim Markus mengatakan, Sinobec Group akan berinvestasi di ALMI sebesar US$15 juta melalui skema penawaran terbatas secara bertahap dalam dua tahun di pasar modal. Dengan investasi tersebut, nantinya Sinobec bakal menggenggam 20 persen modal ditempatkan dan disetor ALMI.

"Dana akan digunakan untuk modernisasi dan perbaikan peralatan dari perusahaan dan modal kerja, serta memperluas akses pasar global terutama di Amerika Serikat dan Eropa," kata Alim di Jakarta, Rabu (31/8/2022).

Sementara itu, Direktur ALMI sekaligus CEO Grup Maspion Welly Muliawan mengatakan, dengan masuknya Sinobec Group menjadi pemegang saham, ALMI akan berkonsultasi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai penambahan modal ini.

"Biasanya ada dua corporate action, kalau dijual dari saham lama, uangnya masuk ke pemegang saham. Yang kami mau, duitnya masuk ke Alumindo supaya modalnya lebih besar, untuk pengembangan usaha dan lain-lain," ucapnya.

Adapun hingga semester I/2022, ALMI mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 8,18 persen menjadi US$52,13 juta, naik dari US$48,19 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

ALMI juga tercatat mampu membalikkan rugi periode berjalan sebesar US$1,94 juta, menjadi laba tahun berjalan sebesar US$2,5 juta di semester I/2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper