Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Miliarder Kripto Terus Bermunculan Meski Harga Anjlok, Kok Bisa?

Miliarder global yang kaya dari aset kripto terus bermunculan, meskipun saat ini harga kripto anjlok.
Ilustrasi aset kripto Bitcoin/Freepik
Ilustrasi aset kripto Bitcoin/Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah harga mata uang kripto (cryptocurrency) anjlok sejak akhir pekan lalu. Meski begitu, miliarder global yang kekayaannya bersumber dari aset kripto tercatat terus bermunculan.

Dikutip dari CoinMarketCap, harga kripto terbesar di dunia, bitcoin telah anjlok di bawah level US$19.878 per koin di perdagangan hari ini (29/8/2022).

Harga bitcoin di bawah US$20.000 ini telah merosot 70 persen dari harga tertinggi sepanjang masa pada November 2022.

Anjloknya harga bitcoin terjadi setelah pernyataan hawkish The Fed terkait pelonggaran kebijakan moneter.

Head of Research Valkyrie Investments Josh Olszewicz menuturkan komentar Ketua The Fed Jerome Powell tersebut menimbulkan sentimen negatif pada pasar kripto.

“Pengakuan Powell bahwa akan ada pelemahan sebelum adanya pemulihan terdengar cukup hawkish,” jelasnya dikutip dari Bloomberg, Senin (29/8/2022).

Harga kripto lainnya pun turut anjlok. Harga ethereum misalnya turun 5,7 persen, BNB turun 4,60 persen, XRP turun 3,4 persen, dan cardano turun 2,1 persen dalam sepekan.

Meski demikian, berdasarkan laporan Cointelegraph, jumlah miliarder kripto global bermunculan. Secara total, ada 19 miliarder kripto global, termasuk pendiri bitcoin Satoshi Nakamoto dan pendiri ethereum Vitalik Buterin.

Dari 19 miliarder kripto ini, hampir semuanya telah mendapatkan kekayaan mereka dari investasi bitcoin atau perusahaan terkait blockchain mereka sendiri. 

Salah satu contohnya, yaitu Alex Atallah dan Devin Finzer yang mendirikan marketplace non fungible token atau NFT, OpenSea. Kemudian, Chris Larsen dan Jed McCaleb menjadi miliarder kripto dari Ripple.

Lalu, Brian Armstrong masuk dalam jajaran 19 miliarder kripto berkat perusahaan kripto yang ia dirikan Coinbase.  

Dari 19 miliarder kripto itu, Cointelegraph mencatat bahwa sebanyak 16 diantaranya memiliki paspor Amerika Serikat. 

Sementara itu, CEO dan pendiri Binance Changpeng Zhao menjadi miliarder kripto terkaya. Ia juga merupakan salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai US$30,5 miliar.

Changpeng dikatakan memiliki lebih dari 70 persen saham di Binance. Sementara Binance menjadi salah satu perusahaan kripto yang memiliki bitcoin dalam jumlah besar.

Selain sahamnya di Binance, Changpeng sendiri memiliki bitcoin dalam portofolio investasinya. Dia juga secara pribadi memegang banyak BNB.

Cointelegraph juga mencatat bahwa pendiri FTX Exchange Sam Bankman-Fried menjadi miliarder termuda dengan usia 30 tahun. Ia memiliki kekayaan lebih dari US$22 miliar.  

Kecepatan Sam menumbuhkan uangnya tidak hanya membuatnya mendapatkan gelar miliarder kripto termuda, tetapi ia juga menjadi miliarder tercepat.  

Gelar ini sebelumnya dipegang oleh Mark Zuckerberg, pemilik Meta. Sam Bankman-Fried sendiri kaya berkat perusahaan kripto yang ia dirikan dan kepemilikan sejumlah mata uang kripto. Misalnya, ia memiliki token ethereum dan altcoin yang membuat asetnya lebih berharga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper