Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WIKA dan Hutama Karya Lepas Pelabuhan Belawan Rp375,9 Miliar ke Grup Pelindo

Dengan pengambilalihan tersebut, Pelindo Terminal Petikemas menjadi pemegang saham tunggal operator Belawan New Container dengan kepemilikan saham 100 persen.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 26 Juli 2022  |  15:27 WIB
WIKA dan Hutama Karya Lepas Pelabuhan Belawan Rp375,9 Miliar ke Grup Pelindo
Penandatangan pengalihan saham PT Prima Terminal Petikemas oleh Direktur Utama SPTP M. Adji, Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Budi Harto, dan Direktur Operasi I PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Hananto Aji selaku Pgs. Direktur Utama - Dok.BUMN.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kepemilikan saham pada PT Prima Terminal Petikemas selaku operator Belawan New Container Terminal (BNCT), Sumatera Utara sepenuhnya beralih kepada PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP).

Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo itu mengakuisisi masing-masing 15 persen saham yang sebelumnya dimiliki oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) dan PT Hutama Karya (Persero).

Dengan pengambilalihan tersebut, SPTP menjadi pemegang saham tunggal dengan kepemilikan saham 100 persen.

Corporate Secretary SPTP Widyaswendra mengatakan pengambilalihan saham PT Prima Terminal Petikemas sebagai bentuk komitmen bersama untuk fokus pada bisnis masing-masing.

Menurutnya, SPTP selaku operator terminal memiliki kompetensi untuk mengembangkan terminal peti kemas di wilayah Sumatera.

Dengan kepemilikan sepenuhnya pada SPTP, diharapkan akan memberikan manfaat lebih untuk pengembangan logistik khususnya pelayanan terminal peti kemas.

“Nilai total transaksi atas pengambilalihan saham ini mencapai Rp375,9 miliar, nilai tersebut atas 15 persen saham yang dimiliki PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan 15 persen saham milik PT Hutama Karya (Persero),” jelasnya, Selasa (26/7/2022).

Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto menyebut perusahaan yang dipimpinnya akan fokus menghadirkan infrastruktur yang handal di berbagai bidang termasuk pelabuhan.

Pihaknya terbuka untuk bekerjasama di bidang penyiapan infrastruktur pelabuhan di seluruh wilayah kerja Pelindo.

“Dengan pengalihan kepemilikan saham di PT Prima Terminal Petikemas bukan berarti antara kami [WIKA dan Hutama Karya] dengan Pelindo tidak ada hubungan lagi, tentu kami akan terus mendukung Pelindo dalam menghadirkan infrastruktur pelabuhan yang baik,” kata Budi Harto.

Hal senada diungkapkan oleh Direktur Operasi I Wijaya Karya Hananto Aji selaku Pelaksana Tugas Direktur Utama yang mengatakan keterlibatan perseroan di PT Prima Terminal Petikemas sebelumnya bentuk dari kolaborasi BUMN.

Saat ini dengan semakin berkembangnya bisnis kepelabuhanan di BNCT, maka pihaknya mengembalikan pengelolaan kepada Pelindo sesuai bisnis inti masing-masing.

Penyerahan kepemilikan saham PT Prima Terminal Petikemas kepada Pelindo disebut sebagai salah satu langkah meningkatkan dan mengembangkan bisnis kepelabuhanan pada perusahaan tersebut.

PT Prima Terminal Petikemas merupakan bagian dari Pelindo Group yang dibentuk pada 2013. Perusahaan tersebut hasil dari kolaborasi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dengan kepemilikan saham sebesar 70 persen.

Pemegang saham lainnya adalah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan kepemilikan saham 15 persen dan PT Hutama Karya (Persero) dengan kepemilikan saham 15 persen.

Pada 3 Januari 2022, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mengalihkan kepemilikan saham pada PT Prima Terminal Petikemas kepada subholding PT Pelindo Terminal Petikemas.

Hingga akhirnya, Selasa (26/7/2022) kepemilikan saham Wijaya Karya dan Hutama Karya diambil alih sepenuhnya oleh PT Pelindo Terminal Petikemas melalui penandatanganan akta jual beli pengalihan hak atas saham PT Prima Terminal Petikemas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelindo wijaya karya hutama karya
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top