Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Laba Bersih Wijaya Karya (WIKA) di Kuartal I/2022 Merosot 98,31 Persen, Ini Sebabnya!

Laba bersih WIKA turun 98,31 persen secara tahunan year-on-year (yoy) menjadi Rp1,32 miliar dari Rp78,16 miliar.
Pekerja melakukan pengecekan rutin beton di pabrik milik PT Wijaya Karya Beton./JIBI-Nurul Hidayat
Pekerja melakukan pengecekan rutin beton di pabrik milik PT Wijaya Karya Beton./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten konstruksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencatatkan penurunan signifikan pada laba bersih sepanjang kuartal I/2022.

Dikutip dari laporan keuangan perusahaan, laba bersih turun 98,31 persen secara tahunan year-on-year (yoy) menjadi Rp1,32 miliar dari Rp78,16 miliar.

Sementara itu, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp3,16 triliun pada kuartal I/2022. Angka ini turun dibandingkan Rp3,92 triliun pada periode yang sama tahun 2021.

Beban pokok pendapatan turun 23,28 persen menjadi Rp2,80 triliun, dari sebelumnya Rp3,65 triliun pada kuartal I/2021.

“Tahun ini kami masih menghadapi tantangan dimana perseroan masih menghadapi beberapa pemberi kerja yang memiliki kesulitan likuiditas sehingga collection period masih belum seperti yang diharapkan,” ujar Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito, Jumat (8/7/2022).

Kendati demikian, WIKA masih membukukan laba kotor sebesar Rp358,12 miliar pada kuartal I/2021 atau meningkat sebesar 33,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut perusahaan, hal ini didukung oleh penjualan perseroan sebesar Rp3,16 Triliun sesuai dengan laporan keuangan hingga 31 Maret 2022.

Dengan demikian, WIKA membukukan margin laba kotor sebesar 11,32 persen, meningkat dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar 6,84 persen.

Kontribusi laba kotor yang diperoleh perseroan terutama disumbang dari segmen Infra & Gedung, diikuti oleh segmen Industri, Energy & Industrial Plant, Investasi dan Realty & Property.

Perolehan Kontrak Baru

Lebih lanjut, Budi mengungkaokan WIKA berhasil mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp12,45 triliun hingga Mei 2022. Perolehan ini meningkat sebesar 57,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Salah satu perolehan kontrak baru perseroan datang dari Pembangunan & Revitalisasi Terminal VVIP Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali dan Preservasi Jalan dan Jembatan Bali sebagai infrastruktur penunjang perhelatan internasional G20 pada bulan Oktober 2022 mendatang.

Pekerjaan Terminal VVIP yang ditargetkan selesai pada Agustus 2022 tersebut akan menjadi wajah baru Indonesia di Bali untuk menyambut para kepala negara, delegasi G20 dan tamu kenegaraan.

Ruang lingkup WIKA pada proyek tersebut meliputi pekerjaan bangunan VVIP, bangunan pos jaga, bangunan ruang tunggu, bangunan GWT hingga pekerjaan lansekap.

Selain bandara, dukungan WIKA terhadap kesiapan perhelatan G20 juga dibuktikan dengan pekerjaan Preservasi Jalan dan Jembatan Bali yaitu meliputi ruas Simpang Pesanggaran – Nusa Dua, Jimbaran – Uluwatu dan Penataan Lansekap Bundaran, Pedestrian, dan Median Ruas Jalan Bandara Ngurah Rai.

Lingkup pekerjaan WIKA juga meliputi beautifikasi taman dan jalan berupa pekerjaan lansekap, perapihan trotoar dan kelengkapan guiding block atau jalan pemandu bagi penyandang disabilitas, hingga pekerjaan pengaspalan dan penyiapan lahan parkir untuk area Garuda Wisnu Kencana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper