Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pialang Kripto Ini Terdampak Kasus Three Arrows, Crypto Crash Semakin Menjalar

Dampak dari bangkrutnya Three Arrows mulai menjalar ke industri kripto setelah sejumlah broker dan lembaga pinjaman kripto mengungkapkan paparan ke pinjaman milik Three Arrows.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 07 Juli 2022  |  12:00 WIB
Pialang Kripto Ini Terdampak Kasus Three Arrows, Crypto Crash Semakin Menjalar
Ilustrasi aset kripto Bitcoin. Dampak dari bangkrutnya Three Arrows mulai menjalar ke industri kripto setelah sejumlah broker dan lembaga pinjaman kripto mengungkapkan paparan ke pinjaman milik Three Arrows. - Freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Salah satu pialang aset kripto terbesar untuk investor institusi, Genesis, melaporkan dampak kebangkrutan dari Three Arrows Capital terhadap perusahaannya.

Dikutip dari Bloomberg pada Kamis (7/7/2022), CEO Genesis Michael Moro menyebutkan, pihaknya berhasil membatasi kerugiannya setelah menjual jaminan dan melakukan lindung nilai setelah Three Arrows gagal mencapai margin call-nya.

Dalam unggahan di akun Twitternya, Moro mengatakan pinjaman ke Three Arrows tersebut memiliki margin rata – rata tertimbang di atas 80 persen. Meski demikian, ia tidak menyebutkan total besaran pinjaman ke Three Arrows.

“Induk usaha Genesis, Digital Currency Group, mengambil sebagian liabilitas yang dimiliki Genesis untuk memastikan kelanjutan operasi,” jelas Moro dikutip dari Bloomberg.

Adapun, dampak dari bangkrutnya Three Arrows mulai menjalar ke industri kripto setelah sejumlah broker dan lembaga pinjaman kripto mengungkapkan paparan ke pinjaman milik Three Arrows. Bursa kripto derivatif seperti Deribit dan Blockchain.com merupakan beberapa nama kreditor yang mengincar likuidasi Three Arrows

Three Arrows akan memulai proses likuidasi yang diperintahkan oleh pengadilan British Virgin Island. Perusahaan yang didirikan pada tahun 2012 oleh Su Zhu dan Kyle Davies itu juga telah mengajukan perlindungan kebangkrutan chapter 15 di New York, AS.

Sebelumnya, Pialang kripto asal Kanada Voyagers Digital Ltd. mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 akibat volatilitas pasar kripto dan jatuhnya hedge fund yang meminjam dana ke perusahaan.

Voyagers dan dua afiliasinya, Voyager Digital LLC dan Voyager Digital Holdings, mengambil perlindungan kebangkrutan di pengadilan Distrik Selatan New York.

Voyager, yang meraih pinjaman sekitar US$485 juta dari Alameda pada pertengahan Juni 2022, termasuk di antara daftar korban yang terus bertambah dari keruntuhan pasar kripto yang mengalami penurunan nilai pasar signifikan US$2 triliun. Adapun pengajuan kebangkrutan Voyagers menunjukkan Alameda sebagai kreditur tunggal terbesar, dengan pinjaman tanpa jaminan US$75 juta.

Bulan lalu, Voyager mengeluarkan pemberitahuan default untuk Three Arrows atas pinjaman tersebut. Perusahaan pun secara aktif mengejar pemulihan dari hedge fund kripto yang bermasalah ini, termasuk melalui proses likuidasi yang diperintahkan pengadilan di British Virgin Island.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aset kripto mata uang kripto cryptocurrency

Sumber : Bloomberg

Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top