Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Bitcoin Merosot Lagi, Apakah Layak Dibeli?

Aset kripto bitcoin kembali turun di kisaran US$19.300 dengan potensi bearish yang masih akan terjadi.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 02 Juli 2022  |  08:36 WIB
Harga Bitcoin Merosot Lagi, Apakah Layak Dibeli?
Ilustrasi aset kripto Bitcoin, Ether, dan Altcoin - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Aset kripto Bitcoin kembali mengalami penurunan di akhir pekan ini yang dinilai masih dalam fase bearish

Mengutip data CoinMarketCap, pada Sabtu (2/7/2022) pukul 07.50 WIB nilai Bitcoin terpantau turun 5,41 persen ke posisi US$19.290.

Sementara itu, sejumlah aset kripto lain yang termasuk altcoin seperti Ethereum (ETH) juga menurun 3,41 persen ke level US$1.060, disusul Solana dengan penurunan 4,75 persen ke posisi US$33,03 dan Binance coin (BNB) merosot 3,01 persen menjadi US$216,84.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan perdagangan pasar kripto secara keseluruhan masih terbilang datar selama sepekan terakhir. Ada beberapa sentimen negatif yang menyebabkan penurunan bitcoin.

“Sentimen negatif berasal dari kabar perusahaan hedge fund kripto, Three Arrows Capital yang akan dipaksa untuk melikuidasi asetnya, serta komentar baru dari para bankir sentral yang menyarankan lebih banyak kenaikan suku bunga akan datang, membuat industri kripto menjadi gelap. Itu membuat harga Bitcoin anjlok dari level psikologisnya,” kata Afid dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (2/7/2022).

Lebih lanjut, investor dinilai tengah kompak menjaga nilai aset kripto di atas level support-nya. Afid menilai khusus untuk Bitcoin, akan ada gerakan untuk menahan harga di atas level psikologis US$20.000

Sejumlah analis menurut Afid, melihat adanya dorongan bearish yang belum berakhir. Kekhawatiran resesi juga masih membayangi para investor.

Pasar kripto masih mendapat sentimen risk-off investor seiring dengan performa indeks saham AS yang melemah. Teorinya, resesi akan terjadi dan nilai dolar AS pun akan terdepresiasi. Hal ini mengangkat nilai dari aset yang dianggap sebagai hedging atau lindung nilai.

Afid menambahkan, pergerakan pasar kripto saat ini masih berada dalam fase bear market, sehingga penguatan nilai bitcoin yang sempat terjadi tidak akan berlangsung lama.

“Bitcoin bisa saja jatuh kembali ke area di bawah US$20.000 atau bahkan bisa semakin dalam, mengingat kondisi pasar yang memang sangat rapuh,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin cryptocurrency mata uang kripto Ethereum aset kripto
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top