Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham Gudang Garam GGRM Naik 2 Persen, Tersulut Sentimen Dividen

Seiring dengan informasi yang beredar perihal dividen Gudang Garam, saham GGRM siang ini naik 2,11 persen.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 30 Juni 2022  |  14:39 WIB
Saham Gudang Garam GGRM Naik 2 Persen, Tersulut Sentimen Dividen
Manajemen PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menyampaikan rencana kerja perseroan dalam paparan publik. Seiring dengan informasi yang beredar perihal dividen Gudang Garam, saham GGRM pada pukul 14.19 WIB, naik 2,11 persen.. Bisnis/Dwi Niken Tari
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Saham emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) terpantau menanjak pada perdagangan hari ini, Kamis (30/6/2022) seiring dengan rencana pembagian dividen jumbo.

Berdasarkan informasi yang beredar di aplikasi percakapan para investor, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) GGRM hari ini memutuskan dividen Rp2.250 per saham. Dengan 1,92 miliar saham yang beredar, maka GGRM akan membagikan dividen Rp4,3 triliun.

Total dividen setara dengan 78 persen dari laba bersih, tertinggi dalam 10 tahun. Berdasarkan harga penutupan kemarin Rp30.850 per saham, dividen yield GGRM sekitar 7 persen.

Seiring dengan informasi yang beredar perihal dividen Gudang Garam, saham GGRM pada pukul 14.19 WIB, naik 2,11 persen atau 650 poin menjadi Rp31.500. Kapitalisasi pasar GGRM mencapai Rp60,61 triliun dengan valuasi PER 14,07 kali..

Sebagai informasi, setiap tahunnya GGRM konsisten menebar dividen jumbo kepada para pemegang saham. Tahun lalu, perseroan membagikan dividen senilai Rp5 triliun atau setara Rp2.600 per saham. Hal ini ditopang oleh kinerja perseroan yang dapat mempertahankan kinerja cukup baik.

Pada 2021, GGRM mencatatkan pendapatan yang bertumbuh 9,08 persen secara tahunan, dari Rp114,47 triliun pada 2020 menjadi Rp124,88 triliun.

Meski begitu, laba usaha GGRM menurun, dari Rp10,04 triliun menjadi Rp7,36 triliun. Otomatis, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pun merosot 23,83 persen, dari Rp7,64 triliun pada 2020 menjadi Rp5,6 triliun pada 2021.

Salah satu biang kerok menurunnya pendapatan GGRM yaitu penjualan sigaret kretek mesin (SKM) dan (sigaret kretek tangan) SKT yang berkurang.

Sepanjang tiga bulan pertama 2022, pendapatan GGRM ditopang oleh penjualan SKM senilai Rp26,7 triliun. Penjualan SKM ini turun 1,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp27,16 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dividen RUPS ggrm gudang garam
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top